Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan permintaan tersebut membuat produsen semikonduktor memiliki insentif untuk mengutamakan komponen yang digunakan pusat data. Produk untuk kebutuhan AI dinilai memiliki nilai dan margin yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah produk semikonduktor untuk perangkat konsumen.

WEF mencatat investasi perusahaan AI besar di Amerika Serikat untuk infrastruktur AI diperkirakan mencapai lebih dari US$650 miliar pada 2026. Sebagian besar investasi tersebut digunakan untuk membangun pusat data.

Lonjakan Harga Chip

Fenomena chipflation berbeda dengan kelangkaan chip pada masa pandemi. Jika sebelumnya gangguan produksi dan distribusi menjadi pemicu utama, tekanan saat ini berasal dari lonjakan permintaan yang didorong oleh AI.

Morgan Stanley menyebut kenaikan harga chip memori sebagai salah satu bentuk chipflation. Lembaga tersebut memperkirakan harga memori meningkat tajam akibat tingginya permintaan dari pusat data AI.

Kenaikan harga komponen tersebut kemudian dapat merambat ke produk akhir. Produsen perangkat memiliki sejumlah pilihan, mulai dari menaikkan harga jual, menekan margin hingga menyesuaikan spesifikasi produk.

WEF mencatat kenaikan harga komponen memori telah mendorong sejumlah produsen elektronik melakukan penyesuaian harga produk. Tekanan terutama terasa pada perangkat yang menggunakan memori dalam jumlah besar.

Smartphone dan laptop menjadi salah satu produk yang berpotensi terdampak karena menggunakan DRAM serta penyimpanan berbasis NAND.

Harga Laptop dan HP Mulai Naik

Dampak kenaikan harga komponen mulai terlihat pada pasar perangkat konsumen di Indonesia. Harga laptop tercatat meningkat sekitar 10%-25% pada kuartal II-2026. Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya harga RAM, SSD, prosesor dan sejumlah komponen lainnya.

Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) mencatat harga RAM DDR4 dan DDR5 meningkat 40%-150%. Sementara harga SSD SATA dan NVMe naik sekitar 30%-120%. Pada periode yang sama, harga laptop pun meningkat 10%-25%.

Di pasar PC global, kenaikan harga komponen juga mendorong produsen menaikkan harga perangkat. Harga PC untuk produk yang sebanding tercatat meningkat sekitar 20%-40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tekanan serupa terjadi pada pasar smartphone, Asosiasi Pengusaha Smartphone Indonesia (APSI) menyebut harga ponsel di Indonesia telah meningkat sekitar 10%-20% dibandingkan akhir 2025. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya komponen memori.

Bahkan kenaikkan harga juga mulai terlihat di pasar ritel. Pedagang di ITC Kuningan mengatakan ponsel Android dengan harga sekitar Rp1,5 juta kini sulit ditemukan. Sebagian besar perangkat berada di kisaran Rp2 juta-Rp2,2 juta.

Harga iPhone 17 base model yang sebelumnya sekitar Rp17 juta juga disebut mendekati Rp20 juta.

Sementara itu, Sharp Indonesia mengakui kenaikan harga RAM dan storage menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga smartphone. Dalam catatannya menyebut harga memori untuk smartphone telah meningkat sekitar 30%-50% sejak awal 2026.

(mef/wep)

No more pages