Sebelumnya pada Rabu, Presiden Airports of Thailand Pcl mengatakan pihaknya tidak dapat menghentikan penerbangan yang mengikuti prosedur internasional.
“Kami belum menerima peraturan atau arahan apa pun dari pemerintah Thailand maupun Kementerian Luar Negeri, sehingga kami tidak dapat melakukan apa pun selain menerima mereka,” kata Pawina Jariyathithiphong. Bandara tersebut tetap membuka kemungkinan untuk menghentikan penerbangan jika mendapat arahan dari otoritas Thailand.
Wakil Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi Penerbangan di Otoritas Penerbangan Sipil Thailand, Sarun Benjanirat, mengatakan regulator belum menerima instruksi apa pun, termasuk dari Kementerian Luar Negeri, untuk menghentikan penerbangan tersebut.
Maskapai Iran telah mengoperasikan jaringan penerbangan terbatas sejak perang dimulai pada Februari dan belum ada maskapai asing yang kembali terbang ke negara tersebut sejak saat itu. Hanya dua otoritas penerbangan sipil dari negara yang memiliki koneksi udara dengan Iran yang secara resmi mengumumkan larangan menyeluruh terhadap maskapai Iran, yakni Georgia dan Azerbaijan.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan pada Selasa bahwa otoritas penerbangan sipil menghentikan penerbangan Teheran menuju Baghdad dan Muscat di Oman menyusul arahan dari otoritas setempat. Pada saat yang sama, terdapat upaya untuk mengalihkan penerbangan menuju Baghdad ke Najaf, yang memiliki arti penting secara keagamaan bagi umat Muslim Syiah.
Mahan Air pekan lalu mengatakan menghentikan seluruh penerbangan menuju Turki dan Oman tanpa batas waktu, berdasarkan arahan otoritas setempat. Maskapai terbesar kedua Iran tersebut tetap mengoperasikan rute domestik dan internasional meski dikenai sanksi AS karena hubungannya dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Pada Rabu, Mahan Air setidaknya memiliki enam penerbangan internasional yang berada di udara, yakni tiga menuju China, dua menuju Thailand, dan satu menuju Afghanistan. Penerbangan Varesh Airlines dan Iran Airtour juga sedang menuju Izmir, kota resor di Turki.
Pemeriksaan berikutnya menunjukkan setidaknya tujuh penerbangan komersial Iran menuju Istanbul dari Teheran, termasuk penerbangan yang dioperasikan maskapai nasional Iran Air. Maskapai tersebut mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya belum menerima informasi mengenai larangan penerbangan apa pun.
Dari 24 penerbangan dari Teheran yang dijadwalkan mendarat di bandara internasional utama Istanbul pada Rabu, enam penerbangan tercatat dibatalkan sepanjang hari. Namun, sebagian besar penerbangan tetap beroperasi seperti biasa.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pekan ini bahwa “semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia” mulai Rabu melalui sanksi yang ditujukan untuk mencegah bandara asing menyediakan pengisian bahan bakar, penjualan tiket, dan layanan lainnya bagi maskapai tersebut. Pihak yang mengabaikan sanksi tersebut “akan dikeluarkan dari sistem transaksi dolar,” katanya.
(bbn)





























