Hal ini tentunya dapat menjadi "daya saing tersendiri dibandingkan negara-negara lain di ASEAN."
Lebih jauh, Airlangga menegaskan sejatinya kebutuhan pusat data akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI).
Ia menyebut kapasitas pusat data Indonesia saat ini sekitar 800 megawatt. Kapasitas tersebut masih berpotensi meningkat menjadi 1,3 gigawatt berdasarkan proyek yang sudah masuk dalam pipeline.
Potensi Pasar Digital RI
Di sisi lain, mantan Menteri Perindustrian tersebut mengatakan Indonesia juga terus mendorong kerja sama ekonomi digital di tingkat ASEAN. Menurutnya, potensi pasar ekonomi digital Indonesia yang saat ini sekitar US$180 miliar diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$400 miliar pada 2030.
Sehingga, ia menilai pengembangan ekonomi digital dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang tidak terlalu bergantung pada jalur perdagangan dan kondisi geopolitik global.
"Jadi ini adalah sektor yang betul-betul harus kita dorong dan saat sekarang kuncinya adalah di semikonduktor dan kuncinya adalah di data center," pungkasnya.
(roy)































