Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi total belanja negara hingga Agustus 2026 tercatat mencapai Rp1.791,5 triliun, melonjak 29% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Namun, angka ini baru setara 56,9% dari target APBN tahun ini senilai Rp2.295,7 triliun.
Berdasarkan data rincinya, kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh naiknya belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang naik sekitar 33% yoy menjadi Rp912,4 triliun dari sebelumnya yang masih Rp686 triliun. Angka itu tercatat 60,4% dari target sepanjang 2026.
Sementara itu, belanja non K/L tercatat mencapai Rp879,1 triliun, yang juga naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang masih Rp702,8 triliun. Angkanya setara 53,6% dari target yang dipatok dalam APBN tahun ini.
Berdasarkan perincian, belanja K/L utamanya paling banyak berasal dari belanja barang yang naik 67,5% yoy menjadi Rp389 triliun. Sementara, belanja pegawai juga melonjak 21,7% yoy menjadi Rp259 triliun.
Lalu, belanja modal tercatat juga naik 14,3% menjadi Rp159,8 triliun. Sementara, belanja bantuan sosial (bansos) tercatat naik tipis 3,4% yoy menjadi sebesar Rp104,5 triliun.
(ell)































