Logo Bloomberg Technoz

Pipa tersebut ditutup pekan lalu setelah terjadi serangan, dan belum ada pernyataan resmi mengenai kapan operasional akan kembali berjalan. Meningkatnya penjualan spot melalui Teluk Persia menunjukkan bahwa Riyadh kini berusaha kembali menggunakan rute tradisionalnya meski risiko pengiriman masih berlanjut.

Menyusul penghentian pipa tersebut, Aramco telah menunda pengiriman ke sejumlah pelanggan Eropa dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah, terminal di ujung barat jalur pipa tersebut.

Sementara itu, perusahaan penyulingan di Asia telah meminta rincian dari raksasa energi milik negara tersebut mengenai status pemuatan minyak mereka yang dijadwalkan di lokasi tersebut.

Kargo spot yang dijual oleh Aramco akan dimuat dari Teluk Oman melalui sistem ship-to-ship (transfer muatan antar-kapal) selama periode September hingga Oktober, kata para trader.

Artinya, meski volume minyak mentah tersebut masih harus melintasi Selat Hormuz, pembeli tidak akan bertanggung jawab atas bagian pelayaran tersebut mengingat lokasi pengambilan barang berada di luar selat tersebut.

Saudi Aramco menolak memberikan komentar.

(bbn)

No more pages