Adapun Galaxy S26 Ultra 256 GB akan naik dari KRW1.797.400 atau sekitar Rp23,28 juta menjadi KRW1.947.000 atau sekitar Rp25,21 juta.
Meski begitu, kenaikkan harga tersebut belum dikonfirmasi Samsung. Perusahaan menyatakan belum mengirimkan pemberitahuan resmi mengenai kenaikan harga Galaxy S26.
Sebelumnya Samsung mengakui tengah meninjau harga perangkat karena adanya peningkatan biaya komponen. Namun, perusahaan menegaskan belum ada keputusan final terkait kenaikan harga tersebut.
Laporan tersebut mengungkap, kenaikan harga komponen memori menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan harga. Permintaan memori dan komponen penyimpanan meningkat seiring dengan ekspansi pusat data yang digunakan untuk menjalankan layanan AI.
Kenaikan tersebut juga menjadi perhatian karena seri Galaxy S26 baru diluncurkan beberapa bulan sebelumnya. Selain itu, kenaikkan harga juga belum terkonfirmasi apakah akan berlaku di negara lain.
Di Amerika Serikat, harga Galaxy S26 saat ini mulai US$899 atau sekitar Rp15,89 juta, Galaxy S26+ mulai US$1.099 atau sekitar Rp19,43 juta, dan Galaxy S26 Ultra mulai US$1.299 atau sekitar Rp22,96 juta.
Selain Korea Selatan, terdapat klaim bahwa Samsung juga berpotensi menaikkan harga Galaxy S26 dan Galaxy S26 Ultra di India. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai rencana tersebut maupun kemungkinan penerapannya di pasar lain.
(mef/wep)






























