Logo Bloomberg Technoz

“PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit,” sebagaimana tertulis dalam unggahan tersebut.

Sekadar informasi, pada hari ini sejulah wilayah di Sulawesi bakal mengalami pemadaman listrik bergilir.

Dalam pengumuman yang dibagikan ke masyarakat, pemadaman direncanakan terjadi di sejumlah wilayah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kabupaten Parigi, hingga Kabupaten Dongga.


Waktu dan titik pemadaman pada setiap daerah bervariasi, namun pemadaman rencananya dilakukan pada pukul 19.00-22.30 WITA, 16.00-19.30 WITA, dan 13.00-16.30 WITA.


Sebelumnya, Aosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (APPLTA) mengatakan El Niño mengancam keandalan pasokan listrik untuk industri fasilitas pemurnian mineral (smelter) di Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan.


Anggota Dewan Penasihat APPLTA Paul Butarbutar mengungkapkan saat ini sudah ada PLTA di wilayah tersebut yang mulai terdampak kekeringan, salah satunya PLTA Malea.


“Paling terdampak mungkin [PLTA] yang di Sulawesi. Di Sulawesi itu ada PLTA Malea sudah mulai terdampak kekeringan,” ungkap Paul saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).


Meskipun ancaman kekeringan nyata, APPLTA mengonfirmasi pengusaha pembangkit hidro belum mengumpulkan data komprehensif mengenai tingkat penyusutan debit air secara menyeluruh pada pembangkit listrik di wilayah tersebut.


“Belum ada satu angka rata-rata nasional yang dipublikasikan secara resmi dan seragam untuk seluruh PLTA,” kata Paul.


Dia menambahkan durasi fenomena kemarau ini berpotensi berlangsung cukup lama atau hingga awal 2027, berdasarkan proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Kondisi tersebut menuntut antisipasi jangka panjang dari sektor industri setempat.


Untuk diketahui, wilayah Sulawesi Selatan sebenarnya memiliki fleksibilitas pasokan energi berkat penerapan skema mix generation atau sistem pembangkitan campuran dari pelbagai sumber energi.


Kawasan ini mengandalkan pembangkit hidro seperti PLTA Bakaru yang berkapasitas 126 megawatt (MW), PLTA Malea 90 MW, dan PLTA Bili-Bili 20 MW, serta dukungan pasokan beban puncak dari PLTA terbesar yaitu PLTA Poso hingga 515 MW.


Adapun, porsi PLTA dalam struktur kelistrikan Sulawesi Selatan cukup besar yaitu  menyumbang sekitar 37% atau setara 750 MW dari total kapasitas pasokan energi listrik regional.


“Ya memang, ada ketergantungan yang cukup besar pada sumber daya air ini, sehingga rawan saat kemarau,” tambah Paul.

(azr/wdh)

No more pages