Namun, Zelenskyy menjelaskan bahwa belum ada keinginan yang tulus dari Rusia untuk bergerak menuju penyelesaian konflik.
Moskow belum menyetujui apa pun meskipun Trump terangkan adanya kesepahaman bersama antara kedua negara untuk menghindari serangan terhadap infrastruktur energi, menurut seorang pejabat Ukraina. Kremlin belum menanggapi permintaan komentar.
Pasar pada umumnya mengabaikan klaim Trump. Kontrak berjangka solar memangkas kenaikan setelah unggahannya dalam sesi perdagangan yang bergejolak, namun masih naik sekitar 1% sepanjang hari ini, sementara harga eceran di AS masih berada di level tertinggi sepanjang masa.
“Mendengarnya langsung dari Ukraina dan Rusia akan jauh lebih meyakinkan bagi saya daripada dari Trump,” kata Rachel Ziemba, peneliti senior di Center for a New American Security, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington.
“Gagasan di sini adalah bahwa penghentian serangan terhadap kilang minyak akan memberi Rusia waktu untuk memperbaiki dan mengurangi risiko pemadaman lebih lanjut. Namun, jika jalur-jalur di Teluk masih terblokir, hal itu tidak akan banyak membantu,” papar dia.
Trump telah berjuang keras untuk mengakhiri perang di Ukraina meskipun telah berjanji untuk menghentikan konflik tersebut pada hari pertama masa jabatan keduanya.
Upaya-upaya sebelumnya menengahi gencatan senjata yang mencakup sasaran-sasaran energi belum membuahkan hasil yang bertahan lama. Bulan lalu, Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina menawarkan gencatan senjata kepada Rusia terkait serangan terhadap kapal-kapal yang mengangkut komoditas pertanian melalui Laut Hitam. Namun, Moskow menolak kesepakatan tersebut karena menginginkan jaminan bahwa infrastruktur energinya tidak akan diserang.
Pada awal Mei, Trump mengumumkan bahwa Ukraina dan Rusia sepakat untuk gencatan senjata selama tiga hari dalam rangka perayaan Hari Kemenangan tahunan, namun serangan segera berlanjut setelah gencatan senjata itu berakhir.
Baik Rusia maupun Ukraina telah menggunakan serangan terhadap infrastruktur energi sebagai senjata perang yang ampuh.
Moskow telah menargetkan sektor listrik dan jaringan listrik Ukraina, dengan serangan yang menyebabkan pemadaman listrik bahkan saat suhu musim dingin merosot tajam. Kyiv membalas dengan melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia yang telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar di banyak wilayah negara tersebut.
Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia telah memperingatkan Zelenskyy untuk berhenti menargetkan kilang minyak Rusia.
Harga eceran rata-rata solar di AS naik di atas US$6 per galon untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pekan lalu. Rusia telah melarang ekspor solar setelah kerusakan pada kilang minyak, yang memperparah krisis pasokan yang dipicu oleh perang di Iran.
Rusia merupakan eksportir solar terbesar kedua di dunia, menurut perusahaan analisis energi Vortexa Ltd., meskipun Timur Tengah merupakan eksportir bahan bakar tersebut yang lebih besar.
Hamad Hussain, ekonom di Capital Economics, mengatakan hilangnya kapasitas penyulingan di Timur Tengah “berarti harga produk olahan akan tetap tinggi.”
Dampak ekonomi yang mungkin timbul sangat besar. Meskipun sebagian besar pengendara mobil di Amerika Serikat amat memperhatikan harga bensin tanpa timbal—yang juga telah naik 54% dari titik terendahnya pada Januari—solar tetap menjadi sumber tenaga yang esensial bagi truk jarak jauh, kereta barang, dan peralatan pertanian.
Bagi Trump, masalah ini menimbulkan risiko politik menjelang pemilihan sela bulan November yang akan menentukan kendali atas DPR dan Senat. Kenaikan harga bahan bakar mengurangi pendapatan dan memaksa pemilik usaha menaikkan harga barang, yang menambah kekhawatiran terkait biaya hidup yang sudah membebani Partai Republik.
Pengumuman presiden atas Rusia dan Ukraina merupakan bagian dari serangkaian unggahan media sosial pada hari Senin, di mana ia bersikap defensif terhadap berbagai isu, termasuk keterjangkauan harga.
Dalam salah satu unggahan tersebut, Trump mengatakan, “harga sedang turun tajam” dan bahwa minyak “akan anjlok begitu Konflik Militer dengan Iran berakhir.”
(bbn)




























