Logo Bloomberg Technoz

Rusia telah mengintensifkan serangan rudal dan drone terhadap kota-kota Ukraina, termasuk menargetkan infrastruktur listrik dan energi. Kyiv membalas dengan serangan terhadap kilang minyak yang telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar secara luas di berbagai wilayah Rusia.

Diesel dan bensin diproduksi di kilang yang sama, sehingga serangan Ukraina telah mengganggu produksi kedua jenis bahan bakar tersebut. Dampak terhadap produksi diesel memaksa Moskwa melarang ekspor, tetapi kelangkaan bensinlah yang dirasakan dampaknya secara lebih langsung di seluruh penjuru Rusia.

Pembatasan ekspor solar oleh Rusia akibat serangan Ukraina telah menambah tekanan pada pasar global yang sebelumnya sudah tertekan oleh perang di Timur Tengah.

Pada Minggu, pasukan Ukraina mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kilang-kilang di Rusia selatan dan Tatarstan, setelah serangan yang dilaporkan sebelumnya terhadap kilang minyak Saratov di negara tersebut. 

Di luar dampak ekonomi, kekurangan pasokan bensin ini membuat perang semakin nyata bagi rakyat biasa Rusia. Para pengemudi di sebagian besar wilayah negara itu menghadapi pembatasan ketersediaan bahan bakar, sehingga dampak perang yang kini memasuki tahun kelima semakin sulit diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Harga rata-rata diesel di AS sempat melampaui angka US$6 per galon untuk pertama kali pekan lalu, dipicu oleh kelangkaan pasokan akibat perang di Iran dan konflik Rusia-Ukraina.

Potensi dampak ekonominya sangat besar. Meski sebagian besar pengendara di Amerika lebih memperhatikan harga bensin tanpa timbal—yang juga melonjak 54% dari titik terendah US$2,795 pada Januari—diesel merupakan sumber energi vital bagi truk jarak jauh, kereta pengangkut barang, dan peralatan pertanian.

Bagi Trump, isu ini menimbulkan risiko politik tersendiri menjelang Pemilu sela November yang akan menentukan kendali atas DPR dan Senat.

Kenaikan harga bahan bakar sudah menggerus pendapatan dan memaksa pemilik usaha menaikkan harga barang seiring inflasi akibat biaya energi merembes ke tingkat konsumen. Hal ini menambah kekhawatiran mengenai biaya hidup yang sudah membebani Partai Republik—partai asal sang presiden—dalam kontestasi November mendatang.

Pada Minggu, Trump menekankan kekhawatiran global terkait harga bahan bakar saat ia menceritakan peringatannya kepada Zelenskyy agar tidak menyerang fasilitas penyulingan minyak di Rusia. 

"Kami telah membicarakan hal ini dengan Tuan Zelenskyy. Masih banyak target lain," kata Trump. "Jangan serang fasilitas bahan bakar diesel karena itu merugikan dunia. Kami tidak ingin dia menyerang bahan bakar diesel. Dia menyerang kilang diesel."

Belum diketahui secara pasti bagaimana tanggapan Kyiv terhadap peringatan Trump tersebut ataupun kapan percakapan yang ia ceritakan itu berlangsung.

Pemerintahan Trump telah memperingatkan Ukraina untuk membatasi serangan terhadap infrastruktur energi lain di kawasan tersebut, terutama fasilitas Caspian Pipeline Consortium dan kapal-kapal non-Rusia di Laut Hitam.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pekan lalu menolak usulan moratorium serangan terhadap kapal-kapal pengangkut barang-barang sipil di Laut Hitam, mengatakan bahwa hal itu mustahil untuk dipantau dan tidak dapat diterima oleh Moskwa, demikian dilaporkan kantor berita Interfax.

Trump berupaya meredakan kekhawatiran mengenai harga energi, dan pada Minggu ia kembali menegaskan pandangannya bahwa harga energi akan turun drastis setelah perang di Iran berakhir. Ia memprediksi konflik tersebut akan berakhir "tepat setelah" atau "mungkin sebelum" Pemilu sela.

(bbn)

No more pages