Lewat klarifikasi resmi di saluran media sosialnya, manajemen Kopi menemukan adanya informasi yang tidak sesuai dengan kronologi serta catatan yang dimiliki perusahaan.
"Kami perlu meluruskan bahwa pengunduran diri almarhum tidak diminta oleh perusahaan. Perusahaan menerima pengajuan pengunduran diri dan memprosesnya sesuai prosedur yang berlaku," tulis Kopi Kenangan dalam pernyataannya, Minggu (13/9/2026).
Perusahaan juga mengatakan telah melakukan komunikasi terkait kondisi almarhum setelah mengetahui kondisi kesehatannya. Perwakilan Kopi Kenangan disebut menjenguk almarhum selama masa perawatan.
Setelah almarhum meninggal dunia, Kopi Kenangan menyatakan tetap membantu proses administrasi terkait hak-hak almarhum.
"Saat ini, secara paralel kami juga telah menghubungi pihak keluarga almarhum untuk berdiskusi secara langsung, agar informasi yang beredar dapat diluruskan berdasarkan fakta, dan persoalan ini dapat ditangani dengan baik," dikutip dari klarifikasi manajemen Kopi Kenangan.
Sekilas Kopi Kenangan
Kopi Kenangan merupakan salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia yang tengah memperluas bisnisnya ke pasar regional.
Berdiri pada 2017, perusahaan yang didirikan Edward Tirtanata dan James Prananto tersebut kini telah berkembang menjadi jaringan dengan lebih dari 1.300 gerai di sejumlah negara.
Kopi Kenangan mencatatkan 1.324 gerai di enam negara hingga akhir 2025, terdiri dari 1.136 gerai di Indonesia dan sekitar 188 gerai di luar negeri. Ekspansi internasional perseroan mencakup Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, dan India.
Sepanjang 2025, Kopi Kenangan membuka 347 gerai baru. Perusahaan juga menyiapkan ekspansi lebih lanjut pada 2026, dengan laporan The Wall Street Journal menyebut perseroan berencana membuka sekitar 550 gerai tambahan.
Ekspansi tersebut turut mendorong kinerja keuangan. Kopi Kenangan membukukan pendapatan bersih US$184 juta atau sekitar Rp3,1 triliun pada 2025, tumbuh 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, perusahaan mencatat laba bersih US$17 juta atau sekitar Rp286 miliar.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan setelah Kopi Kenangan mengalami periode kerugian selama beberapa tahun. Menurut Forbes, perusahaan kembali mencatatkan laba pada 2025 setelah lima tahun merugi.
Di Indonesia sendiri, bisnis Kopi Kenangan membukukan pendapatan bersih sekitar Rp2,3 triliun pada 2025, tumbuh 40% secara tahunan. Laba bersih bisnis Indonesia juga melonjak 371% menjadi sekitar Rp377 miliar, dari Rp80 miliar pada 2024.
Pemodal Kakap
Pertumbuhan Kopi Kenangan tidak hanya berasal dari ekspansi gerai. Perusahaan juga mendapatkan suntikan modal dari sejumlah investor besar.
Berdasarkan data CB Insights, dikutip Minggu (13/9/2026), Kopi Kenangan telah menghimpun sekitar US$233 juta dalam lima putaran pendanaan, dengan putaran terakhir berupa Series C senilai US$96 juta pada Desember 2021.
Pada periode pendanaan tersebut, nama-nama besar masuk ke dalam jajaran investor Kopi Kenangan. Di antaranya Serena Ventures milik petenis Serena Williams dan Roc Nation milik rapper Jay-Z. Keduanya menjadi investor pada 2019.
Selain dua nama selebritas tersebut, Kopi Kenangan juga didukung investor seperti GIC, Peak XV Partners, B Capital, Horizons Ventures, Alpha JWC Ventures, Tybourne Capital Management, Alpha Wave Global, dan Kunlun Capital.
Forbes mencatat total pendanaan yang dihimpun Kopi Kenangan mencapai sekitar US$234 juta dalam sedikitnya lima putaran.
Pendanaan tersebut sebelumnya mengantarkan Kopi Kenangan menyandang status unicorn pada 2021, setelah memperoleh pendanaan Series C senilai US$96 juta.
Bidik Bursa
Setelah membangun jaringan gerai dan membukukan laba, Kopi Kenangan mulai dikaitkan dengan rencana untuk melantai di bursa.
The Wall Street Journal pada Juli 2026 melaporkan Kopi Kenangan telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah bank untuk mengeksplorasi potensi initial public offering (IPO).
Rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan disebut berpotensi membawa valuasi perusahaan hingga US$1 miliar. Singapura menjadi salah satu lokasi pencatatan yang dipertimbangkan.
Namun, perusahaan belum mengkonfirmasi adanya keputusan final untuk IPO. Wakil Presiden Corporate Finance and Development Kopi Kenangan Junxian Li mengatakan perseroan memang rutin berdialog dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat terkait berbagai opsi strategis dan pembiayaan.
Li menegaskan Kopi Kenangan belum mengambil keputusan mengenai IPO, termasuk waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan, maupun valuasi. Belum ada bank yang secara resmi ditunjuk untuk menangani proses IPO tersebut.
Co-Founder sekaligus Group CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata juga mengatakan bahwa perusahaan belum menentukan jadwal maupun lokasi IPO.
Dengan demikian, jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, Kopi Kenangan akan memasuki fase baru sebagai perusahaan yang harus mempertanggungjawabkan kinerja bisnisnya kepada investor publik.
Terlebih, ekspansi agresif perusahaan kini mulai ditopang oleh perbaikan profitabilitas setelah beberapa tahun mencatat kerugian.
(fik/naw)


























