Logo Bloomberg Technoz

Meski memberikan bunga di bawah rata-rata kredit komersial, BNI menegaskan pembiayaan tersebut tetap menghasilkan keuntungan bagi perseroan. Namun, manajemen menyebut profitabilitas bukan menjadi satu-satunya pertimbangan dalam penyaluran kredit untuk program pemerintah.

"Jadi profit masih ada, tentu. Tetapi profit bukan menjadi tujuan utama. Kita mencari reasonable profit sekaligus nation building," ujar manajemen.

Adapun pemerintah memang menetapkan skema pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan bunga 6% per tahun. Berdasarkan ketentuan pemerintah, pembiayaan dapat diberikan dengan plafon hingga Rp3 miliar per koperasi dan tenor maksimal enam tahun.

Kredit BNI ke Agrinas

Dalam penyaluran program tersebut, BNI bersama bank Himbara lainnya memberikan pembiayaan kepada Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Berdasarkan laporan keuangan BNI hingga semester I 2026, fasilitas kredit sindikasi Himbara kepada Agrinas untuk program tersebut memiliki nilai total Rp240 triliun dan dikenakan bunga 6% per tahun dengan tenor 72 bulan.

Sementara itu, BNI mencatat kredit investasi tumbuh 25% secara tahunan hingga Juni 2026. Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor-sektor yang memiliki prospek ekspansi, termasuk sumber daya alam, hilirisasi pertambangan dan pertanian, serta data center.

BNI menegaskan penyaluran kredit, termasuk kepada sektor yang terkait program pemerintah, tetap dilakukan dengan mempertimbangkan risiko dan kemampuan pembayaran debitur.

(dhf)

No more pages