Baik pejabat pemerintahan Trump maupun developer AI AS menuding serius perusahaan-perusahaan China menyalin model AI AS di masa lalu untuk mengembangkan produk mereka sendiri. Praktik tersebut, yang dapat diterapkan secara sah oleh developer AI yang menggunakan model mutakhirnya untuk secara efektif melatih versi lebih hemat daya, dianggap sebagai jalan pintas yang tidak pantas jika dilakukan tanpa persetujuan.
Peringatan keamanan pada hari Selasa itu membawa tuduhan tersebut selangkah lebih jauh, dengan merinci sistem AS mana saja yang dianalisis oleh masing-masing perusahaan China dan untuk alasan apa, termasuk untuk meningkatkan kemampuan model mereka sendiri dalam memecahkan soal matematika dan meninjau kode.
Badan-badan keamanan bahkan menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut kemungkinan besar menyedot informasi dari model-model AS “dengan sepengetahuan pemerintah China” dan menuduh para perusahaan tersebut dengan sengaja menghindari pembatasan penggunaan yang diberlakukan oleh entitas AS untuk mengakses sistem mereka.
“Perusahaan-perusahaan AI yang berbasis di China mengalihkan permintaan distilasi melalui berbagai jalur untuk mendapatkan akses tanpa izin, yang pada akhirnya melanggar ketentuan penggunaan perusahaan-perusahaan AI AS,” kata mereka dalam pemberitahuan tersebut.
Dalam pernyataan, juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Chang, menolak tuduhan AS tersebut, menyebutnya sebagai “serangan yang disengaja terhadap perkembangan dan kemajuan China di industri AI.”
Liu menambahkan bahwa “China menentang politisasi dan instrumentalisasi isu perdagangan dan teknologi. Tindakan semacam itu hanya akan menghambat kemajuan AI global dan tidak menguntungkan siapa pun.”
Perwakilan dari DeepSeek, Moonshot AI, Alibaba, MiniMax, StepFun, dan Z.ai belum segera menanggapi permintaan komentar.
Badan-badan keamanan tersebut menyarankan para pengembang AI di AS untuk mengambil “tindakan secepatnya,” termasuk mengubah respons terhadap upaya distilasi yang diduga berbahaya dan saling berbagi informasi intelijen mengenai kampanye distilasi.
OpenAI dan Anthropic PBC semakin sering mengeluhkan bahwa pesaing mereka dari China memperoleh akses tanpa izin ke model-model mereka untuk mengembangkan chatbot mereka sendiri dengan biaya yang jauh lebih murah.
Pada bulan Juni, Anthropic menuduh Alibaba melakukan upaya jor-joran untuk mengakses model Claude miliknya secara “tidak sah” dengan menggunakan ribuan akun palsu, sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh Bloomberg News.
Pemerintahan Trump berjanji awal 2026 untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut guna mengatasi praktik tersebut. Para pembuat kebijakan AS juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang bertujuan untuk menghukum perusahaan-perusahaan China yang terbukti meniru dari rekan-rekan AS mereka. Peringatan keamanan pada hari Selasa mungkin berfungsi sebagai sarana untuk mempercepat upaya-upaya tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada bulan Juli memperingatkan kemungkinan sanksi bagi perusahaan China mana pun yang terbukti terlibat dalam pencurian kekayaan intelektual.
Bessent menyampaikan pernyataan tersebut beberapa hari setelah Moonshot merilis Kimi K3, sebuah model yang memicu kekhawatiran luas mengenai perusahaan-perusahaan China yang semakin unggul dibandingkan AS dalam bidang AI.
(bbn)































