Dengan batas minimum baru Rp1/saham, kondisi tersebut otomatis bakal berubah. Saham Rp50/saham nantinya berpotensi turun menjadi Rp40, Rp20, atau bahkan Rp1 jika tekanan jual terus berlanjut dengan kondisi kinerja yang memang membenarkannya. Sebaliknya, saham yang mengalami perbaikan fundamental juga memiliki ruang untuk kembali mengalami kenaikan.
Peluang Bagi Investor Ritel
Perubahan tersebut menciptakan peluang baru yang terbilang menarik bagi investor ritel yang memburu saham emiten yang berpotensi melakukan turnaround/ pembalikan arah dari sisi kinerja fundamental perusahaan.
Sebagai gambaran, investor yang membeli saham di harga Rp5 atau Rp1 dan kemudian saham tersebut pulih fundamentalnya hingga mendorong harga saham berbalik menguat menuju Rp20, investor berpotensi mengantongi cuan 300%. Terlebih jika melesat mencapai Rp50/saham, potensi keuntungannya bisa menyentuh 900% lebih.
Data perdagangan BEI per akhir Agustus menunjukkan terdapat lebih dari 100 saham yang berada di level Rp50 atau lebih rendah. Terdiri dari 69 saham di bawah Rp50 dan ada 46 saham tepat di Rp50. Namun, sebagian saham tersebut memiliki likuiditas rendah atau bahkan berstatus suspensi. Artinya, tidak semua saham gocap memberikan peluang investasi.
Terlebih lagi, pemegang saham Rp50 yang tersangkut bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, penurunan harga saham ke bawah Rp50 diiringi panic selling di pasar reguler akan membuat portofolio 'kebakaran'.
Price Discovery Jadi Kunci
Dari sisi pasar, perubahan ini menggeser perspektif investor akibat batas harga minimum. Saham yang secara fundamental sudah tidak mampu bertahan di harga Rp50 dapat menemukan harga keseimbangan baru dari sisi supply and demand.
Sebaliknya, saham yang selama ini tertahan di harga Rp50 karena batas bawah juga dapat kembali bergerak ketika sentimen dan fundamental membaik. Transparansi dan likuiditas pun berpotensi membesar.
Namun yang menjadi perhatian saat ini adalah risiko investasi juga meningkat. Bagi investor ritel, peluang terbesar justru bukan mencari saham yang bisa jatuh mencapai titik terendah baru Rp1, melainkan menemukan saham yang fundamentalnya mampu pulih sebelum pasar menyadari nilai wajarnya.
Dengan kata lain, investor ritel di pasar saham Indonesia yang jeli dalam memilah saham yang lebih murah dari nilai bukunya (undervalued) bisa menemukan hidden gem. Investor ritel juga berpotensi mendapat lebih banyak pilihan saham-saham dengan modal yang minim.
(fad/aji)





























