Logo Bloomberg Technoz

“Manajemen sudah merevisi proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini dari 7-9% menjadi 8-10%,” lanjut laporan S&P.

Pada semester I-2026, pertumbuhan kredit BBRI tercatat 16,2% year-on-year (yoy). Sudah di atas rerata pertumbuhan industri yang 12,7% yoy.

Pertumbuhan kredit BBRI pada semester I-2026 ditopang oleh segmen korporasi dengan pertumbuhan mencapai 47,1%. Kualitas aset membaik dengan rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LaR) di 9,1%, dari 9,6% pada akhir 2025.

Ke depan, S&P memandang berbagai program pemerintah akan mendorong pertumbuhan kredit BBRI dalam 1-2 tahun ke depan. Ditambah lagi pergeseran ke segmen kredit sektor swasta bisa mengangkat margin kredit.

“BBRI mungkin akan akan melanjutkan prioritas peningkatan kualitas kredit. Profitabilitas yang sehat dan kecukupan modal akan menjadi bantalan terhadap risiko di kualitas aset,” sebut laporan S&P.

Prospek Saham BBRI

Lantas bagaimana prospek harga saham BBRI? Bagaimana peluang cuan ke depan?

Mengutip konsensus Bloomberg yang melibatkan 34 analis, 25 di antaranya (73,53%) memberikan rekomendasi beli (buy). Delapan lainnya (23,53%) merekomendasikan tahan (hold) dan hanya satu (2,94%) yang menyarankan jual (sell).

Dalam 12 bulan ke depan, target harga saham BBRI ada di Rp 3.807,86. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham BBRI ada di Rp 3.410.

Artinya, ada peluang saham BBRI memberikan keuntungan 11,67% dalam setahun.

Bloomberg memperkirakan laba bersih BBRI pada 2026 sebesar Rp 58,92 triliun. Jika terwujud, maka ekuivalen dengan pertumbuhan 3,13% dibandingkan 2025.

(red)

No more pages