Logo Bloomberg Technoz

Begitu sebaliknya, bila ekspektasi terhadap ekonomi negatif maka ekonomi akan turut melambat. 

"Kenapa? Karena investor takut ekspansi, masyarakat takut belanja, kadang untuk hemat, kadang untuk jaga-jaga. Kalau keadaan lagi susah, pengusaha pun nggak akan ekspansi," jelasnya. 

Kendati demikian, ia mengakui menerapkan strategi tersebut tidaklah mudah. Sebab strategi komunikasinya dalam membangun optimisme tersebut, kerap kali dinilai terlalu percaya diri atau bahkan sombong. 

"Iya terpaksa ya omong gede. Itu yang dibilang orang sombong, itu purbaya sombong banget. Itu bukan sombong tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan ke arah yang positif,” katanya.

Ia bahkan sempat berkelakar mengalami penurunan berat badan usai menjabat sebagai penjaga otoritas fiskal selama satu tahun kebelakang ini. 

"Pas jadi menteri [September 2025] berat saya 102 kg, sekarang 97 kg atau 98 kg. Itu sudah recovery, sebelumnya turun sampai 88 kg. Berarti kerjanya emang berat di Kementerian Keuangan," kelakar Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya mengatakan hal yang paling menyenangkan selama menjabat sebagai Menkeu adalah dapat menguji teori ekonomi secara langsung melalui kebijakan pemerintah dan melihat hasilnya di lapangan.

Sebagai ekonom, dia menilai pengalaman tersebut menjadi bagian paling menarik dari pekerjaannya.

"Kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan. Jadi walaupun ekonomi Indonesia sekarang belum lari kenceng-kenceng amat. Tapi sudah keluar, saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5%," tuturnya. 

Purbaya juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali mendekati 6% pada kuartal IV 2026. Dia mengatakan mesin pertumbuhan mulai bergerak, ditandai dengan sektor swasta yang mulai meningkatkan aktivitasnya.

"Walaupun kita tahu masih banyak ada kendala-kendala yang membuat kita belum tumbuh secara optimal. Tapi yang penting adalah saya sudah bisa melihat mesin pertumbuhan mulai bergerak." 

"Pemerintah juga berjalan dengan baik. Harusnya sih kalau ini dijaga terus, ya pertumbuhan 6% nggak terlalu jauh untuk kita lihat dalam waktu tidak terlalu lama," pungkasnya. 

Sebagai catatan, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan pada Senin (8/9/2025) menggantikan Sri Mulyani.

"Mengangkat Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih dalam sisa jabatan 2024-2029 masing-masing Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan," ungkap Prabowo di Istana Negara.

Purbaya merupakan lulusan Teknik Elektro Institute Teknologi Bandung (ITB) dan memiliki gelar Master of Science dan gelar doktor bidang ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat (AS).

Dia terjun pertama kali ke sektor ekonomi dengan menjadi ⁠Senior economist di Danareksa Research Institute. Kemudian karir menanjak dengan menduduki jabatan chief economist Danareksa Research Institute dan jadi anggota dewan direksi PT Danareksa (Persero).

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dia sempat menjadi staf khusus bidang ekonomi, Kementerian Koordiantor Bidang perekonomian. Ia juga menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN).

Pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi), dia sempat menduduki beberapa jabatan strategis. Dia pernah menjadi staf khusus bidang ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Lalu, Staf Khusus bidang ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan ⁠Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Terakhir, Purbaya menjabat ketua dewan komisioner LPS.

(prc/ell)

No more pages