SIG melihat potensi dari pembangunan Kopdes. Perseroan sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk penyediaan dan pemanfaatan solusi bahan bangunan dalam pembangunan fasilitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dari sisi kinerja, volume penjualan domestik SIG pada semester I 2026 tumbuh 9,7% secara tahunan menjadi 14,18 juta ton. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang penjualan semen kantong yang meningkat 11,2%, sejalan dengan transformasi bisnis model retail perseroan.
SIG sebelumnya memproyeksikan permintaan semen domestik 2026 tumbuh maksimal 2%. Dalam laporan tahunan 2025, perseroan mengutip asumsi ASPERSSI yang menyebut program 3 juta rumah berpotensi mendongkrak permintaan semen hingga 6,7 juta ton apabila berjalan sesuai rencana.
Untuk menangkap peluang tersebut, SIG terus memperkuat jaringan distribusi dan portofolio produk turunannya. Perseroan juga mengembangkan solusi bahan bangunan, termasuk bata interlock presisi yang dinilai dapat mendukung percepatan pembangunan hunian.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan Kopdes terus berlanjut. Pada Agustus 2026, pemerintah menyatakan pembangunan 35.000 Kopdes ditargetkan selesai pada akhir Agustus dan mulai beroperasi pada September, dengan pembangunan diperkirakan kembali dilanjutkan pada 2027.
(fik/wep)




























