Langkah diplomatik ini dilakukan di tengah melonjaknya jumlah wisatawan Israel ke Thailand. Lebih dari 277.000 warga Israel mengunjungi negara tersebut dalam delapan bulan pertama tahun ini, naik sekitar 7% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Jumlah kunjungan melonjak hampir 46% pada tahun lalu menjadi 410.125, meskipun total kunjungan wisatawan asing ke Thailand secara keseluruhan turun lebih dari 7%.
Deportasi Warga Asing
Pemerintah Thailand secara terpisah juga memperketat aturan terkait kunjungan warga asing. Thailand akan memangkas masa tinggal bebas visa bagi wisatawan dari sebagian besar negara yang memenuhi syarat menjadi 30 hari mulai 15 September dan mulai menerapkan aturan deportasi baru pada akhir Agustus terhadap warga asing yang dianggap mengancam ketertiban umum atau terbukti melanggar hukum setempat.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah memerintahkan deportasi terhadap dua warga asing dalam waktu kurang dari dua pekan di bawah kebijakan yang lebih ketat tersebut. Seorang warga negara Israel yang divonis pengadilan di Koh Samui karena mengancam pemilik kebun binatang eksotis asal Thailand terkait spanduk bertuliskan “Free Palestine” menjadi orang pertama yang dideportasi. Berdasarkan perintah pemerintah, tindakannya dinilai sebagai ancaman terhadap ketertiban umum dan kesusilaan.
Beberapa hari kemudian, Anutin memerintahkan deportasi terhadap pasangan pemilik kebun binatang tersebut yang merupakan warga negara Prancis karena dianggap menimbulkan gangguan dan memicu perpecahan berdasarkan ras dan agama.
Ketegangan tersebut juga meluas ke ranah politik jalanan. Sondhi Limthongkul, aktivis nasionalis veteran yang aksi protesnya turut membuka jalan bagi kudeta militer dua dekade lalu, menyerukan para pendukungnya untuk menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok pada Kamis. Melalui kampanye “Take Back Thailand”, ia mendesak pemerintah menindak investasi asing yang tidak transparan serta praktik kepemilikan menggunakan nama pihak lain atau nominee.
Aksi yang direncanakan itu menyusul demonstrasi kecil di depan kedutaan dua pekan sebelumnya, ketika kelompok nasionalis lain menyerukan agar wisatawan Israel menghormati hukum dan adat istiadat Thailand.
“Pariwisata memang penting bagi kami, tetapi ini bukan hanya soal pendapatan, melainkan juga tentang martabat Thailand,” kata Sihasak. “Bahkan insiden kecil yang melibatkan wisatawan dapat berdampak pada hubungan internasional.”
(bbn)
































