Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan dolar AS disebabkan oleh pernyataan terbaru dari pejabat teras bank sentral Federal Reserve. Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller menyebut, arah kebijakan suku bunga akan ditentukan oleh data inflasi yang akan dirilis pekan depan.

“JIka ada perkembangan yang menunjukkan bahwa inflasi menuju target 2%, maka saya akan mendukung untuk mempertahankan suku bunga acuan. Namun jika inflasi ‘memanas’, maka saya akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan,” tegas Waller dalam acara yang dihelat Reuters, sebagaimana dikutip dari Bloomberg News.

Waller menambahkan, kebijakan yang diterapkan saat ini mampu meredam laju ekonomi. Tujuannya adalah agar inflasi tidak makin ‘liar’.

“Walau inflasi masih cukup jauh di atas target 2%, tetapi sejumlah data terkini menunjukkan bahwa ada sinyal disinflasi. Kenaikan harga energi belum melebar ke harga-harga lain, sehingga inflasi masih masuk akal,” jelasnya.

Pernyataan Waller membuat pasar kian mengkalibrasi perkiraan arah suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, peluang Federal Funds Rate bertahan di 3,5-3,75% dalam rapat September adalah 49,8%. Melonjak dari posisi kemarin di 36,8%.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2026 (Sumber: CME FedWatch_

Menipisnya peluang kenaikan suku bunga acuan membuat dolar AS tertekan. Saat dolar AS masuk 'pitstop’, emas pun berhasil menyalip.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (4/9/2026)? Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari berturut-turut?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas makin menancapkan kuku di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 56. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 35. Menghuni area jual (short) yang cukup kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa turun. Kenaikan yang sudah lumayan tajam membuat emas rentan terserang tekanan jual.

Cermati pivot point di US$ 4,457/troy ons. Jika tertembus, maka ada risiko untuk menguji US$ 4.425/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Support berikutnya ada di rentang US$ 4.407-4.333/troy ons. Target paling pesimistis ada di US$ 4.285/troy ons.

Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.508/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Dari sini, ada potensi untuk mengetes US$ 4.534-4.587/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.675/troy ons.

(aji)

No more pages