Harald dikenal luas karena gayanya yang inklusif dan kesediaannya untuk membahas topik-topik yang mungkin dianggap kontroversial bagi seorang raja; ia bahkan meraih dukungan sebesar 76% dari kalangan usia 16 hingga 20 tahun dalam sebuah survei pada tahun 2022.
Dalam kunjungan kenegaraan pertamanya sebagai raja ke Norwegia utara pada tahun 1992, ia memberikan penghormatan atas jasa para partisan yang didukung Uni Soviet, yang kala itu sebagian besar telah terlupakan, dalam Perang Dunia II. Selain itu, dalam pidato peringatan 25 tahun masa pemerintahannya pada tahun 2016, ia secara terbuka mengakui keberadaan hubungan sesama jenis.
Pasca-serangan teror tahun 2011, ia menyatakan keyakinannya pada demokrasi dan masyarakat yang terbuka, serta menegaskan bahwa "kebebasan lebih kuat daripada ketakutan."
Sebagai raja konstitusional, peran beliau sebagian besar bersifat seremonial. Ia mengesahkan undang-undang pemerintah setiap minggunya dan menyampaikan pidato pada pembukaan sidang parlemen. Peran raja juga mencakup pelaksanaan berbagai tugas penting, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk menjamu kepala negara yang berkunjung.
Harald dan Ratu Sonja—yang dinikahinya pada tahun 1968—dikaruniai dua orang anak, yaitu Putra Mahkota Haakon dan Putri Martha Louise. Sang putra mahkota, yang kini berusia 53 tahun, adalah pewaris takhta kerajaan.
(bbn)



























