Masih dari AS, laporan ketenagakerjaan Agustus pada Jumat tetap menjadi data utama yang ditunggu pasar. Namun, hasil yang diperkirakan akan mengecewakan kemungkinan memiliki dampak yang lebih kecil dari biasanya. Warsh menggambarkan pasar tenaga kerja AS masih dalam kondisi sehat dan menilai perlambatan pertumbuhan lapangan kerja lebih sering disebabkan faktor demografi, bukan karena ekonomi sedang mengalami kemunduran.
Data lain yang akan dirilis pekan ini seharusnya mengonfirmasi bahwa kondisi ekonomi AS masih cukup baik. Ekonom memperkirakan PMI ISM untuk sektor manufaktur pada Selasa dan jasa pada Kamis tetap berada dalam fase ekspansi, yakni 54,1.
Bagi The Fed, laporan ini dapat menambah keyakinan bahwa ekonomi mampu bertahan di tengah tekanan harga yang persisten. Namun, data juga menunjukkan permintaan jasa belum tumbuh sedemikian kuat sehingga perusahaan dapat dengan mudah menaikkan harga.
Dari Asia, data PMI China akan menjadi fokus utama di pekan ini. Survei bisnis tersebut dapat memberikan sinyal awal bahwa Beijing mulai memberikan dukungan kebijakan yang lebih besar setelah berbulan-bulan mengalami pelemahan pertumbuhan. Aktivitas manufaktur kemungkinan kembali masuk ke zona ekspansi. Sektor jasa dan konstruksi juga diperkirakan membaik, didukung peningkatan aktivitas perjalanan musiman serta belanja pemerintah yang lebih kuat.
Sementara, dari India pertumbuhan ekonomi India kemungkinan melambat karena guncangan energi dan cuaca membebani aktivitas ekonomi. PDB diperkirakan tumbuh 7,3% secara tahunan, melambat dari 7,8% pada kuartal sebelumnya.
Perlambatan tersebut terutama mencerminkan dampak kenaikan harga energi dan gangguan cuaca. Lonjakan harga minyak pada April-Mei menekan biaya produksi, sementara defisit curah hujan pada Juni mencapai 35% dan mulai mengganggu aktivitas pertanian.
Tekanan juga terasa pada manufaktur dan jasa. Biaya input yang lebih tinggi serta melemahnya ekspor ke kawasan Teluk berpotensi mengurangi momentum industri, sedangkan sentimen yang lebih lemah dapat menekan aktivitas sektor jasa.
Meski demikian, India masih memiliki bantalan berupa permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya ekspor ke AS. Karena itu, perlambatan diperkirakan tidak sampai menghilangkan karakter ekonomi India yang relatif resilien.
Sejalan, pertumbuhan ekonomi Australia juga diperkirakan kembali melambat, sementara penurunan pasar perumahan diperkirakan semakin dalam. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali melambat pada kuartal II menjadi hanya 0,1% secara kuartalan, dari 0,3% pada kuartal I.
Di sisi lain, ekspor Korea Selatan kemungkinan tetap kuat berkat permintaan chip yang solid. Ekspor Agustus diperkirakan tumbuh 63,5% secara tahunan, sedikit lebih cepat dari 62,9% pada Juli. Kekuatan tersebut terutama berasal dari ekspor semikonduktor yang masih mendapatkan manfaat dari permintaan global terkait kecerdasan buatan.
Data perdagangan awal bahkan menunjukkan ekspor chip melonjak hampir 199% pada 20 hari pertama Agustus. Namun, inflasi Korea Selatan diperkirakan meningkat menjadi 3,3%, dari 2,8% pada Juli, sementara inflasi inti diproyeksikan mencapai 3,4%.
Inflasi juga diperkirakan meningkat di sebagian kawasan Asia lainnya, memperkuat alasan bagi bank sentral untuk kembali mengetatkan kebijakan. Sedangkan, inflasi kemungkinan meningkat di Indonesia, Pakistan, dan Sri Lanka, sementara tetap stabil di Filipina.
Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 3,15% secara tahunan, dari 2,88% pada Juli. Meski demikian, angka tersebut masih berada di dalam sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%.
Kenaikan inflasi diperkirakan terutama berasal dari makanan dan bahan bakar. Subsidi pemerintah masih menjadi bantalan sehingga transmisi kenaikan harga energi global ke konsumen belum sepenuhnya terasa.
Setidaknya, ada tiga sumber risiko yang perlu diperhatikan pasar. Pertama, harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan biaya transportasi, logistik, dan produksi secara bertahap. Kedua, pelemahan rupiah meningkatkan biaya barang impor dan dapat memperkuat imported inflation. Ketiga, risiko El Nino berpotensi menekan produksi pangan dan mendorong harga komoditas makanan.
Oleh karena itu, meskipun inflasi Agustus masih berada dalam target, arah pergerakannya perlu dicermati. Inflasi yang terus meningkat akan menjadi faktor penting dalam menentukan ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Dengan kata lain, angka 3,15% bukan hanya soal posisi inflasi saat ini, tetapi juga terkait dengan seberapa cepat tekanan harga akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Selain itu, di Indonesia, PMI manufaktur juga akan menjadi perhatian pada awal pekan. Setelah kembali ke zona ekspansi pada Juli dengan indeks 50,2 dari 46,9 pada Juni, aktivitas manufaktur diperkirakan masih bertahan tipis di atas level 50 pada Agustus.
Namun, pemulihan belum cukup kuat untuk disebut solid karena pesanan ekspor masih terkontraksi, sementara aktivitas pembelian dan investasi kapasitas masih lemah. Sehingga, manufaktur Indonesia kemungkinan masih berada dalam pemulihan yang berjalan lambat dan tidak merata.
Berikut kalender ekonomi sepekan yang dapat dicermati:
Senin, 31 Agustus 2026
- Australia: Inflasi Melbourne Institute, kredit sektor swasta
- China: PMI manufaktur, PMI nonmanufaktur
- Kolombia: Pengangguran
- Jerman: CPI
- Hong Kong: Penjualan ritel
- India: PDB
- Jepang: Produksi industri, penjualan ritel
- Polandia: CPI
- Serbia: PDB, output industri
- Afrika Selatan: Neraca perdagangan
- Korea Selatan: Produksi industri
- Sri Lanka: CPI
- Thailand: Neraca transaksi berjalan
- Turki: PDB
- KTT tahunan Shanghai Cooperation Organization digelar di Bishkek, Kirgistan, hingga 1 September. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan bertemu dalam pertemuan tersebut.
Selasa, 1 September 2026
- Indonesia: Perdagangan, inflasi, S&P Global Manufacturing PMI
- India: HSBC Manufacturing PMI
- Korea Selatan: Perdagangan, S&P Global Manufacturing PMI
- Inggris: S&P Global Manufacturing PMI, harga rumah Nationwide, persetujuan KPR
- Australia: Transaksi berjalan, persetujuan pembangunan
- Brasil: PDB
- China: PMI manufaktur RatingDog
- Zona euro: S&P Global Manufacturing PMI, CPI, pengangguran
- Prancis: S&P Global Manufacturing PMI
- Jerman: S&P Global/BME Manufacturing PMI
- Yunani: S&P Global Manufacturing PMI
- Hungaria: PDB, PMI manufaktur
- Italia: CPI, pengangguran, PDB, S&P Global Manufacturing PMI
- Jepang: Belanja modal, S&P Global Manufacturing PMI
- Meksiko: Cadangan devisa, S&P Global Manufacturing PMI
- Pakistan: CPI
- AS: Belanja konstruksi, ISM Manufacturing, S&P Global Manufacturing PMI, lowongan pekerjaan JOLTS
- Wakil Presiden ECB Boris Vujcic menyampaikan pidato utama di European School of Management and Technology di Berlin dan menjadi pembicara dalam panel pada acara yang sama. Anggota Governing Council Martin Kocher berbicara dalam panel keuangan di Alpbach, Austria.
- Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI akan melelang Surat Utang Negara (SUN), dengan target indikatif Rp32 triliun.
Rabu, 2 September 2026
- Korea Selatan: CPI
- Australia: PDB
- Brasil: Produksi industri
- Kanada: Keputusan suku bunga
- Selandia Baru: Keputusan suku bunga, izin pembangunan
- Rusia: Pengangguran, penjualan ritel
- Spanyol: Pengangguran
- AS: Beige Book The Fed, pesanan pabrik, barang tahan lama, pengajuan KPR MBA, perubahan jumlah tenaga kerja ADP
- Anggota Policy Board Bank of Japan Hajime Takata menyampaikan pidato di Sapporo.
- Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem menggelar konferensi pers setelah keputusan suku bunga bank sentral, di tengah situasi perekonomian Kanada yang penuh dinamika.
- Presiden Prancis Emmanuel Macron diperkirakan melakukan perjalanan ke London untuk meresmikan pameran Bayeux Tapestry di British Museum, kemudian bertemu dengan Perdana Menteri Andy Burnham pada hari berikutnya.
- SEMICON Taiwan mempertemukan para pemimpin industri semikonduktor dan ahli strategi kebijakan di Taipei hingga 4 September.
- Festival Film Internasional Venesia ke-83 dimulai dan berlangsung hingga 12 September.
Kamis, 3 September 2026
- AS: Perdagangan, klaim awal pengangguran, ISM Services
- Vietnam: CPI, S&P Global Manufacturing PMI, produksi industri, perdagangan
- Australia: Neraca perdagangan
- China: RatingDog Services dan Composite PMI
- Zona euro: S&P Global Services PMI, PPI
- Malaysia: Keputusan suku bunga
- Swiss: PDB, CPI
- Turki: CPI
- Gubernur The Fed Christopher Waller berbicara dalam percakapan yang dimoderatori pada acara Reuters Next mengenai prospek inflasi, ekonomi AS, dan respons kebijakan bank sentral.
- Presiden Cleveland Fed Beth Hammack dan Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee menyampaikan pandangan dalam acara daring The Fed bertajuk “Connecting Communities: When Every Dollar Counts: Worker Perspectives on the Economy.”
- ECB memasuki periode tenang menjelang keputusan suku bunga pada rapat kebijakan moneter 9–10 September.
- Asisten Gubernur RBA Brad Jones menjadi panelis dalam Intersekt 2026 di Melbourne.
Jumat, 4 September 2026
- AS: Nonfarm payrolls (NFP), tingkat pengangguran. Ekonom memperkirakan sekitar 60.000 lapangan kerja baru tercipta di AS.
- Brasil: Perdagangan.
- Kanada: Pengangguran
- Zona euro: Penjualan ritel
- Jerman: Pesanan pabrik
- Yunani: PDB, pengangguran
- Filipina: CPI
- Kepala Ekonom ECB Philip Lane menyampaikan pidato utama bertajuk “Diversity in the ECB” pada Irish Society for Women in Economics Conference di Dublin.
(dsp/aji)

























