Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, sentimen negatif bagi harga emas juga datang dari Amerika Serikat (AS). US Bureau of Economic Analysis melaporkan, laju inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) di Negeri Paman Sam pada Juli adalah 0,2% secara bulanan (month-to-month/mtm). Lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang memperkirakan di 0,1% mtm.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), laju inflasi PCE pada Juli ada di 3,7%. Juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar yakni 3,6% yoy.

Grafik inflasi PCE AS. (Sumber: Bloomberg)

PCE adalah indikator inflasi yang menjadi preferensi bank sentral Federal Reserve. Saat inflasi di Negeri Adidaya masih ‘bandel’, pasar butuh petunjuk lain untuk memperkirakan arah kebijakan moneter.

Oleh karena itu, investor menantikan pernyataan Gubernur The Fed Kevin Warsh dan sejawat dalam simposium tahunan yang digelar di Jackson Hole (Wyoming), akhir pekan ini. Pasar akan menyimak dan mencerna pidato dari para pejabat The Fed untuk kemudian menerka bagaimana arah suku bunga acuan ke depan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Kenaikan harga emas dibatasi oleh kenaikan harga energi dan risiko inflasi yang persisten. Kami khawatir bahwa reli ini terlalu awal untuk sampai ke arah rekor tertinggi,” sebut catatan TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (27/8/2026)? Apakah bisa bangkit atau justru kian terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan dan bahkan nyaman di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 69. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 78. Menghuni area beli (long) yang kuat, bahkan hampir jenuh (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berisiko melemah. Target support terdekat ada di US$ 4.611/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Jika tertembus, maka harga emas kemungkinan bergerak menuju rentang US$ 4.607-4.561/troy ons. Target paling pesimistis ada di US$ 4.515/troy ons.

Sedangkan kalau harga emas bisa naik, maka US$ 4.646/troy ons mungkin menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga ke level US$ 4.653-4.688/troy ons.

Target paling optimistis adalah US$ 4.794/troy ons.

(aji)

No more pages