Logo Bloomberg Technoz

Georgieva juga mengatakan guncangan energi yang berasal dari perang di Iran belum berakhir. “Singkatnya, kita benar-benar menghadapi tarik-menarik antara guncangan pasokan negatif dari Timur Tengah dan guncangan permintaan positif dari AI.”

IMF akan menggelar pertemuan tahunan di Bangkok pada Oktober, ketika lembaga tersebut diperkirakan merilis penilaian terbaru mengenai ekonomi global. Pada Juli, IMF mempertahankan sebagian besar proyeksi pertumbuhan ekonomi globalnya di level 3% pada 2026, tetapi menaikkan proyeksi harga konsumen global, terutama akibat kenaikan biaya energi dan pangan.

Di antara risiko terhadap prospek ekonomi, Georgieva menyebut menyusutnya cadangan minyak dan gas saat belahan bumi utara memasuki musim dingin, pola cuaca El Niño yang parah yang dapat meningkatkan kerawanan pangan, serta dampak AI terhadap stabilitas keuangan.

“Semua ini tidak memberi ruang untuk berpuas diri, dan itulah pesan utama saya. Kita memang tidak mengalami kondisi yang terlalu buruk, tetapi hal itu tidak boleh membuat kita berkata, ‘Oke, semuanya baik-baik saja, ini mudah,’” ujarnya.

Pekan ini, Georgieva akan menghadiri simposium ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, untuk pertama kalinya. Gubernur The Fed, Kevin Warsh akan menyampaikan pidato besar pertamanya sejak memimpin bank sentral tersebut, dengan investor mencari petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan.

Berbicara mengenai tinjauan pengawasan yang sedang dilakukan di IMF, Georgieva mengatakan lembaga tersebut “mendorong penggunaan skenario dan perencanaan kontingensi yang lebih besar untuk membantu negara-negara bergerak lebih gesit di tengah dunia yang semakin tidak pasti.”

(bbn)

No more pages