Saham Asia Melemah Dibayangi Aksi Jual Teknologi di Wall Street
News
25 August 2026 07:00

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham Asia diperkirakan melemah secara luas pada Selasa setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street lebih kuat daripada penurunan harga minyak, sementara investor mencermati rencana Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk mengisolasi Iran dari ekonomi global.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Korea Selatan mengindikasikan pelemahan, sementara kontrak Australia naik tipis. Kontrak AS bergerak datar setelah saham-saham raksasa semikonduktor menyeret Indeks Nasdaq 100 turun hampir 1%. Saham Nvidia Corp. turun untuk sesi ketujuh berturut-turut menjelang laporan keuangannya pekan ini, mencatat penurunan terpanjang sejak 2022.
Harga minyak AS stabil dalam perdagangan awal, mempertahankan penurunan pada Senin setelah Bessent mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara-negara yang melakukan bisnis dengan Iran sebagai bagian dari kampanye untuk mengisolasi Teheran dan mengakhiri perang. Penurunan harga energi membantu mengangkat harga obligasi Treasury, dengan imbal hasil Treasury 10 tahun turun empat basis poin menjadi 4,70%. Di tempat lain, dolar AS mencatat penguatan terbesar dalam dua pekan, sementara harga emas bertahan di sekitar US$4.650 per troy ounce.
Investor mempertimbangkan meningkatnya risiko geopolitik di tengah padatnya agenda data ekonomi dan laporan keuangan perusahaan pekan ini, dengan prospek saham teknologi menjadi ujian penting bagi sentimen risiko secara lebih luas. Laporan keuangan Nvidia akan menjadi perhatian utama untuk melihat apakah pelemahan saham-saham produsen chip baru-baru ini masih akan berlanjut.





























