Logo Bloomberg Technoz

Ukuran transaksi itu setara dengan 15% dari total saham treasuri DSSA yang akan dialihkan maksimal 9,63 miliar saham.

Adapun, transaksi tutup sendiri itu melibatkan broker Sinar Mas (DH) dengan pembeli yang memakai broker PT CGS Internasional Sekuritas Indonesia (YU).

Dari lantai bursa, saham DSSA melorot 1,92% ke level Rp1.020 per saham sekitar 40 menit perdagangan bursa pagi ini. DSSA menghimpun transaksi Rp167,27 miliar yang melibatkan 1,63 juta lot saham.

Sebelumnya, Pluang Maju Sekuritas menyematkan posisi buy untuk saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan target harga Rp1.145 per saham.

Target baru itu mengindikasikan potensi upside sekitar 40,5% dari harga pembukaan DSSA di level Rp815 per saham pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2026).

Target harga itu dihitung menggunakan metode sum-of-the parts (SOTP) yang menggabungkan valuasi GEMS, aset panas bumi, pusat data SM+, DANA, XLSmart dan Roliemex.

Tim riset Pluang Maju Sekuritas berpendapat sejumlah katalis utama yang berpotensi mendorong re-rating saham DSDA. Misalkan, terkait operasi komersial aset panas bumi dan masuknya penyewa utama atau anchor tenant bagi pusat data SM+.

“Kami memperkirakan pendapatan dari bisnis panas bumi akan meningkat dari US$316.900 pada 2025 menjadi US$83,7 juta pada 2030,” dikutip dari riset Pluang Maju Sekuritas, Selasa (21/7/2026).

Selain itu, DSSA juga mengembangkan fasilitas manufaktur sel dan modul surya terintegrasi berkapasitas 1-2 gigawatt (GW) di Kendal lewat perusahaan patungan Trina Solar dan PLN.

Di sisi lain, pendapatan dari bisnis TV kabel, internet, teknologi diperkirakan meningkat dari US$211,8 juta pada tahun 2025 menjadi US$1,4 miliar pada 2030.

“Kombinasi antara pasokan listrik hijau dan konektivitas berlatensi rendah itu dinilai menjadi satu-satunya solusi di Indonesia yang mampu memenuhi komitmen carbon-free energy perusahaan hyperscaler pada 2030,” kata tim riset Pluang.

Selain itu, basis data milik DANA yang mencakup sekitar 200 juta pengguna disebut sebagai satu-satunya kumpulan data AI Indonesia yang lengkap, mencakup informasi pembayaran, lokasi, kredit, hingga pola belanja.

“Kami menilai bisnis-bisnis baru DSSA memiliki margin yang secara struktural lebih tinggi dan lebih stabil dibandingkan bisnis batu bara. Karena itu, kami memperkirakan margin laba bersih DSSA meningkat dari 8,3% pada FY25 menjadi 13,6% pada FY30F,” dikutip dari riset.

(naw)

No more pages