Di samping itu, ia juga menyatakan tidak mempermasalahkan lembaga mana yang menyalurkan insentif selama skema tersebut mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik. Toh, hal yang lebih penting menurut Hanghoro adalah kejelasan mekanisme dan kriteria penerima insentif agar pelaku industri dapat mempersiapkan diri.
"Pak Presiden sudah menyampaikan pada saat peluncuran, nah ini kan pintu ini sudah dibuka gitu ya. Mungkin untuk pengembangan, mungkin juga untuk komunikasi dengan pihak-pihak, para pemangku kebijakan, para pemangku kepentingan, nah ini nanti coba kita di Aismoli akan coba untuk melakukan langkah-langkah untuk memastikan ini semua dan supporting apa yang bisa kita berikan," tegasnya.
Aismoli melihat kehadiran DDMF sebagai sinyal positif karena menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan kendaraan listrik nasional. Hanggoro berharap Danantara dapat melibatkan pelaku usaha motor listrik yang sudah ada dalam pengembangan industri nasional, bukan hanya membangun ekosistem baru.
"Kami dari Aismoli tetap mendorong bahwa entitas-entitas atau pelaku usaha yang sudah existing ini bisa dirangkul dari pihak Danantara," pungkasnya.
DDMF sendiri merupakan lemabaga yang diperkenalkan Presiden Prabowo sebagai pengembangan, hingga pembiayaan sejumlah proyek strategis nasional, termasuk di dalamnya motor dan mobil listrik nasional.
"[DDMF] Dana kedaulatan Indonesia akan diarahkan secara disiplin dan profesional untuk membiayai proyek-proyek transformasional," kata Prabowo dalam penyampaian RUU APBN 2027 di Sidang Paripurna DPR, Jumat (14/8/2026).
(ain)





























