“Kita lagi jajaki nanti timnya akan segera bertemu dengan timnya dari MADA Group yang mempunya airport di Madinah tersebut,” tuturnya.
Rencana akuisisi saham pengelola bandar di Madinah itu bakal memperkuat ekspansi Danantara di Arab Saudi.
Sebelumnya, Danantara mengembangkan Kampung Haji di Mekkah lewat pembelian sebuah hotel yang berlokasi di daerah Tahrir.
Hotel tersebut memiliki tiga menara dan memiliki sekitar 1.461 kamar yang bisa dimanfaatkan oleh jamaah Haji di Indonesia.
Hotel yang dibangun di tahun 2022 htersebut memiliki luasan setengah hektare dan berdiri di atas lahan yang rencananya dikembangkan oleh pemerintah RI seluas 4,4 hektare.
Nantinya 13 tower tersebut akan berisi sekitar 6.025 kamar tidur yang akan menampung setidaknya sekitar 23 ribu jamaah haji asal Indonesia.
“Nilai pembeliannya total itu adalah US$500 juta lebih sedikit. Kemudian, untuk rencana kita untuk membangun 13 tower itu dan mall itu, kurang lebih ini baru tentatif, angkanya kurang lebih US$700 sampai 800 juta untuk 13 tower plus satu mall. Rencananya seperti itu.” kata Rosan.
Selain itu, Danantara juga tengah melakukan proses bidding lot 6 yang berlokasi di Western Hindawiyah. Lahan terebut memiliki jarak sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram. Ia mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan pendanaan sebesar US$750 juta.
(naw)






























