Logo Bloomberg Technoz

"Kami tidak percaya bahwa harga tersebut mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Kami yakin hasil-hasil yang kami tunjukkan dalam jangka panjang akan membuktikan kekuatan fundamental kami," ujarnya. 

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham, GoTo telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Juni lalu untuk menjalankan program pembelian kembali (buyback) saham senilai hingga Rp3,5 triliun atau sekitar US$200 juta.

"Kami telah meminta persetujuan pemegang saham dan mendapatkannya dalam RUPS Juni untuk menjalankan program buyback hingga Rp3,5 triliun atau sekitar US$200 juta dalam bentuk saham," ujar Hans.

Kendati demikian, Hans menegaskan GoTo tidak akan terburu-buru mengeksekusi buyback tersebut. Perseroan akan menunggu momentum yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi agar aksi korporasi tersebut memberikan dampak yang maksimal.

"Kami tidak terburu-buru. Kami ingin memastikan waktu dan kondisi makro sudah tepat sehingga ketika dana tersebut digunakan, dampaknya sesuai dengan yang kami harapkan," kata Hans.

Selain buyback, GoTo juga berencana membatalkan (cancel) saham treasuri yang dimiliki perusahaan. Langkah tersebut akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

"Kami juga akan membatalkan sekitar 2,7% saham treasuri dalam beberapa bulan ke depan setelah melalui proses regulasi yang berlaku," tutup Hans. Hans menegaskan fokus utama GoTo tetap pada peningkatan kinerja operasional dan penciptaan nilai jangka panjang. Menurutnya, fundamental perusahaan yang terus menguat pada akhirnya akan menjadi faktor utama yang menentukan apresiasi nilai saham perseroan di mata investor.

(tim)

No more pages