Walaupun mencapai puncaknya pada akhir Juli, aktivitas hujan meteor sebenarnya telah dimulai sejak pertengahan Juli dan masih dapat diamati hingga pertengahan Agustus. Namun, jumlah meteor yang tampak biasanya paling banyak saat malam puncak berlangsung.
Dua Hujan Meteor Capai Puncak Bersamaan
Fenomena utama pada 31 Juli 2026 berasal dari Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. Kedua hujan meteor tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memberikan pengalaman pengamatan yang unik.
Southern Delta Aquariids dikenal sebagai hujan meteor yang lebih aktif. Fenomena ini berlangsung sejak 12 Juli hingga 23 Agustus 2026, dengan puncak aktivitas pada 30 hingga 31 Juli 2026.
Hujan meteor ini paling baik diamati dari wilayah tropis di Belahan Bumi Selatan. Sementara bagi pengamat di wilayah utara khatulistiwa, titik pancarnya berada lebih rendah sehingga jumlah meteor yang terlihat biasanya lebih sedikit.
Meski demikian, Southern Delta Aquariids tetap mampu menghasilkan aktivitas meteor yang cukup baik selama sekitar satu pekan sebelum maupun sesudah malam puncaknya.
Meteor dari Southern Delta Aquariids umumnya memiliki cahaya yang relatif redup. Selain itu, meteor meteor tersebut jarang meninggalkan jejak cahaya panjang maupun menghasilkan bola api terang.
Pada tahun 2026, kondisi pengamatan diperkirakan kurang ideal karena fase Bulan mencapai sekitar 98 persen atau hampir purnama. Cahaya Bulan yang sangat terang berpotensi mengurangi jumlah meteor redup yang dapat terlihat.
Berikut karakteristik Southern Delta Aquariids:
-
Radiant: 22:40, -16,4°
-
ZHR: 25 meteor per jam
-
Kecepatan: 25 mil per detik atau sekitar 41 km per detik
-
Objek induk: Komet 96P/Machholz
-
Puncak aktivitas: 30 hingga 31 Juli 2026
-
Fase Bulan: 98 persen hampir purnama
Selain Southern Delta Aquariids, pengamat juga dapat menikmati Alpha Capricornids yang mencapai puncaknya pada malam yang sama.
Alpha Capricornids aktif mulai 12 Juli hingga 12 Agustus. Hujan meteor ini memang tidak menghasilkan meteor dalam jumlah besar, bahkan umumnya hanya sekitar lima meteor setiap jam.
Meski jumlahnya sedikit, Alpha Capricornids memiliki keunikan tersendiri. Fenomena ini dikenal sering menghasilkan bola api atau fireball yang tampak jauh lebih terang dibanding meteor biasa.
Karena karakteristik tersebut, Alpha Capricornids tetap menjadi salah satu hujan meteor yang banyak dinantikan para pengamat langit setiap tahunnya.
Fenomena ini dapat diamati dari kedua sisi khatulistiwa sehingga peluang menyaksikannya cukup besar apabila kondisi cuaca mendukung.
Namun, seperti Southern Delta Aquariids, Alpha Capricornids juga dipengaruhi cahaya Bulan yang hampir penuh. Kondisi tersebut diperkirakan membuat meteor meteor yang redup menjadi lebih sulit terlihat.
Berikut rincian Alpha Capricornids:
-
Radiant: 20:28, -10°
-
ZHR: 5 meteor per jam
-
Kecepatan: 14 mil per detik atau sekitar 23 km per detik
-
Objek induk: 169P/NEAT
-
Puncak aktivitas: 30 hingga 31 Juli 2026
-
Fase Bulan: 98 persen hampir purnama
NASA menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk menikmati hujan meteor adalah ketika langit benar benar gelap, yaitu setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit.
Pengamat tidak memerlukan teleskop maupun teropong. Bahkan, penggunaan alat optik justru membatasi area pandang sehingga mata telanjang menjadi pilihan terbaik.
Untuk memperoleh pengalaman mengamati yang maksimal, lokasi pengamatan juga menjadi faktor penting. Sebaiknya pilih area yang jauh dari polusi cahaya seperti lampu jalan, gedung, maupun pusat perkotaan.
Lokasi yang gelap memungkinkan meteor yang memiliki cahaya redup tetap terlihat dengan jelas.
Selain itu, siapkan perlengkapan yang membuat tubuh tetap nyaman selama mengamati langit. Membawa kursi lipat, selimut, atau kantong tidur dapat membantu karena proses pengamatan biasanya berlangsung cukup lama.
Saat mulai mengamati, posisikan tubuh berbaring dengan pandangan mengarah ke langit terbuka. Posisi tersebut memberikan bidang pandang yang lebih luas sehingga peluang melihat meteor semakin besar.
NASA juga menyarankan agar pengamat mengarahkan pandangan ke area langit sekitar pertengahan antara cakrawala dan titik zenit atau sekitar 45 derajat dari rasi Aquarius.
Pengamat tidak perlu terus menerus melihat titik pancar atau radiant karena meteor dapat muncul di berbagai bagian langit.
Selain itu, penting untuk memberikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap. Selama proses adaptasi, sebaiknya hindari melihat layar ponsel atau sumber cahaya terang lainnya.
Semakin lama mata berada dalam kondisi minim cahaya, semakin mudah pula melihat meteor yang memiliki tingkat kecerahan rendah.
Bersabar juga menjadi kunci menikmati fenomena ini. Hujan meteor berlangsung sepanjang malam hingga menjelang fajar sehingga kesempatan untuk menyaksikan meteor tetap terbuka selama kondisi cuaca mendukung.
Seperti dijelaskan dalam panduan NASA, "waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor adalah tengah malam hingga menjelang fajar."
Fenomena Hujan Meteor 31 Juli 2026 menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati salah satu pertunjukan alam yang terjadi setiap tahun. Walaupun cahaya Bulan hampir purnama diperkirakan mengurangi jumlah meteor yang terlihat, Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids tetap berpotensi menghadirkan pemandangan langit malam yang memukau bagi siapa saja yang meluangkan waktu untuk mengamatinya.
(seo)
































