Logo Bloomberg Technoz

Gerhana Matahari & Hujan Meteor Hiasi Langit Agustus 2026

Referensi
31 July 2026 14:56

Ilustrasi Rumor gerhana matahari 2 Agustus dipastikan hoaks (Diolah berbagai sumber)
Ilustrasi Rumor gerhana matahari 2 Agustus dipastikan hoaks (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bulan Agustus 2026 dipastikan menjadi salah satu periode paling menarik bagi para pecinta astronomi di seluruh dunia. Dalam rentang satu bulan, langit akan dihiasi beragam fenomena alam yang jarang terjadi secara berdekatan. Mulai dari gerhana matahari total, hujan meteor Perseid, fase bulan baru, elongasi planet, hingga gerhana bulan sebagian akan menjadi sajian istimewa bagi masyarakat yang gemar mengamati benda langit.

Fenomena astronomi tersebut merupakan bagian dari siklus alami tata surya yang terjadi akibat pergerakan planet, bulan, dan bumi. Masing masing peristiwa memiliki waktu pengamatan terbaik sehingga masyarakat perlu mencatat jadwalnya sejak sekarang agar tidak melewatkan momen langka tersebut.

Tidak semua fenomena dapat disaksikan dari seluruh wilayah dunia. Namun, beberapa di antaranya tetap bisa diamati tanpa menggunakan teleskop apabila kondisi cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.


Peristiwa pertama yang membuka rangkaian fenomena langit pada Agustus 2026 terjadi pada 2 Agustus. Pada hari itu, planet Merkurius mencapai elongasi barat terbesar dengan jarak sudut sekitar 19,5 derajat dari Matahari.

Kondisi tersebut membuat Merkurius berada pada posisi tertinggi di langit sebelum Matahari terbit. Ini menjadi kesempatan terbaik bagi para pengamat untuk melihat planet terdalam di tata surya tersebut yang biasanya sulit diamati karena letaknya sangat dekat dengan Matahari.