Mengutip akun Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (31/7/2026) dini hari, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait penguatan industri nasional dan percepatan transisi energi.
"Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk perkembangan industri motor listrik yang telah dirintis Arsjad sejak 2022," tulis Sekretariat Kabinet dalam instagram resminya.
Pertemuan keduanya juga menyoroti potensi hilirisasi nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Pemerintah menilai pengembangan industri hilir nikel dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik.
Dalam pertemuan tersebut, Teddy dan Arsjad juga membahas pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat transisi menuju energi bersih.
"Selain itu, keduanya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, mendorong investasi pada sektor-sektor strategis, serta memperkuat daya saing industri nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan."
Menariknya, sebelum pertemuan keduanya, Teddy sendiri juga telah bertemu dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie di Gedung Sekretariat Kabinet, Senin (27/7/2026).
Salah satu agenda yang dibahas ialah kesiapan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mendorong lahirnya motor listrik nasional.
"Pembahasan mencakup penguatan peran pengusaha daerah sebagai motor penggerak ekonomi nasional, pengembangan industri listrik, garmen, dan tekstil, serta dukungan terhadap agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional," tulis Sekretariat Kabinet dalam keterangan di media sosialnya, Senin sore.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut turut disoroti pula penguatan industri kendaraan listrik pasca peresmian pabrik bus dan mobil listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang oleh Presiden.
"Kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri nasional, menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global sejalan dengan visi pembangunan ekonomi nasional."
(prc/ain)





























