China memamerkan kemampuan serangan balasannya awal bulan ini dengan uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam ke Samudra Pasifik.
China juga tampaknya mempercepat pembangunan kapal selam, dengan citra satelit komersial menunjukkan peluncuran dua tipe baru tahun ini di galangan kapal Jiangnan dan Huludao.
Kemampuan otonom dan AI telah menjadi fokus PLA, sejalan dengan upaya militer di seluruh dunia yang berlomba-lomba mengembangkan drone dan kemampuan AI.
Beijing memandang bahwa perang modern didorong oleh intelijen, pasukan elit, dan operasi gabungan. Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, China telah mengintensifkan integrasi antara angkatan bersenjata dan sektor sipil.
Hasil analisis Bloomberg mengidentifikasi adanya campuran perusahaan milik negara dan swasta dalam ekosistem pembuatan rudal China yang menyediakan produk-produk mulai dari logam hasil cetakan 3D dan sensor inframerah hingga komputer tertanam dan bahan siluman.
Dalam sesi studi Politbiro, Xi Jinping kembali menekankan pentingnya integrasi yang lebih erat antara industri militer dan sipil, menyebutnya sebagai “jalur yang diperlukan” untuk mewujudkan angkatan bersenjata modern.
(bbn)

































