Performa positif juga tercermin dari sisi rasio NPL Coverage mencapai 282,4%, LAR Coverage mencapai 59,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 134,8%, Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 112,3%, dan bersamaan dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) konsolidasian sebesar 22,3%.
Kemudian, menurut Direktur Bank Danamon Indonesia Dadi Budiana, posisi NPL 1,7% merupakan angka yang sangat rendah dan sangat baik di tengah tekanan pelemahan daya beli masyarakat yang sedang terjadi di tahun 2026. Kedepannya Bank Danamon masih mempunyai risk appetite yang lebih.
“Kami melihat memang kondisi sekarang ini, katakanlah adanya pelemahan daya beli, dari sisi underwriting–memastikan apa yang disetujui, kredit yang disalurkan, (disalurkan) dengan baik, secara hati–hati, dan selanjutnya upaya–upaya penagihan dan monitoring dilakukan dengan ketat,” tutur Dadi dalam Konferensi Pers Kinerja Semester I–2026, Kamis (30/7/2026).
Hasilnya, dari sisi profitabilitas, laba operasional sebelum pencadangan (pre-Provision Operating Profit/PPOP) Bank Danamon berhasil tumbuh 13% yoy menjadi Rp5,9 triliun dari pencapaian sebelumnya Rp5,2 triliun. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) sebesar 8,1%, dengan Return on Equity (ROE) di posisi 9,7%.
(fad)






























