Kendati demikian, dengan melonjaknya angka ekspor hingga dua digit tahun ini yang menjaga pabrik-pabrik tetap beroperasi, para ekonom memperkirakan para pejabat untuk saat ini tidak akan terburu-buru meluncurkan paket stimulus baru. Banyak analis memprediksi pemerintah justru akan mempercepat penjualan obligasi pemerintah untuk mendorong pengeluaran yang lebih cepat.
Memperbaiki ketidakseimbangan yang makin meningkat dalam perekonomian tetap menjadi tantangan yang berat.
Guncangan harga minyak global dan pesatnya investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) kian memperumit perhitungan bagi China, mengingat industri yang diuntungkan oleh tingginya harga minyak mentah dan kuatnya permintaan barang elektronik berkinerja lebih unggul dibanding sektor lainnya. Sektor-sektor terkait AI menyumbang lebih dari separuh ekspansi ekonomi pada periode April–Juni secara kuartalan, menurut sebuah estimasi.
(bbn)































