Logo Bloomberg Technoz

Oleh karenanya, A350-1000ULR mendapat sejumlah modifikasi dibandingkan versi standar. Airbus menambahkan tangki bahan bakar berkapasitas sekitar 20.000 liter, sehingga pesawat memiliki jangkauan terbang lebih dari 18.000 kilometer atau sekitar 20 hingga 21 jam tanpa mengisi ulang bahan bakar.

Jumlah kursi juga dikurangi menjadi hanya 238 penumpang, jauh lebih sedikit dibandingkan konfigurasi normal A350-1000. Ruang tambahan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas bahan bakar sekaligus menghadirkan kabin yang lebih lega.

Teknologi di dalam kabin lantas menjadi salah satu fokus utama. Airbus bersama Qantas mengembangkan sistem pencahayaan pintar atau dynamic cabin lighting yang menyesuaikan ritme sirkadian tubuh penumpang. Warna dan intensitas cahaya akan berubah secara bertahap mengikuti waktu biologis tubuh, sehingga diharapkan mampu mengurangi efek jet lag setelah menempuh perjalanan lintas benua.

Selain itu, tekanan udara kabin dibuat lebih rendah dibandingkan pesawat generasi sebelumnya, sementara tingkat kelembapan ditingkatkan agar penumpang tidak cepat mengalami dehidrasi maupun kelelahan.

Qantas kemudian menghadirkan Wellbeing Zone, area khusus di dalam kabin tempat penumpang dapat melakukan peregangan ringan selama penerbangan berlangsung. Fasilitas tersebut menjadi salah satu cara maskapai menjaga kondisi fisik penumpang dalam penerbangan yang berlangsung hampir satu hari.

Di balik seluruh teknologi tersebut, terdapat pengalaman yang menjadi inspirasi nama Project Sunrise. Lantaran lamanya perjalanan terbang dan melintasi sejumlah zona waktu, penumpang berpeluang menikmati matahari terbit langsung dari ketinggian jelajah pesawat.

Penumpang Qantas dengan pesawat A350-1000ULR bahkan dalam kondisi tertentu dapat menyaksikan perubahan siang dan malam yang tidak bisa jika membandingkannya dengan  penerbangan konvensional.

Qantas telah memesan 12 unit Airbus A350-1000ULR untuk mendukung proyek tersebut. Pengiriman pesawat pertama dijadwalkan berlangsung pada 2027, dengan rute perdana Sydney-London dan Sydney-New York tanpa transit yang akan menjadi penerbangan komersial reguler terpanjang di dunia.

Bagi Airbus, Project Sunrise bukan sekadar memecahkan rekor durasi terbang. Proyek ini menjadi pembuktian bahwa kemajuan teknologi pesawat, efisiensi bahan bakar, hingga rekayasa kabin kini memungkinkan perjalanan antarbenua dilakukan tanpa transit, sembari menjaga kenyamanan penumpang selama lebih dari 20 jam di udara.

(fik/wep)

No more pages