Logo Bloomberg Technoz

Sekadar catatan saja, TMMIN diketahui menggelontorkan investasi Rp1,3 triliun untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) bersama CATL. 

Nandi dalam siaran persnya, Senin (20/4/2026) juga telah menyatakan kerja sama dengan CATL dilakukan agar perseroan dapat memproduksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh di pabrik Karawang, Jawa Barat.

Proyek pabrik sel baterai kendaraan listrik berkapasitas 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun yang dikembangkan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

CATIB sendiri merupakan perusahaan patungan antara PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan porsi saham 30% dan konsorsium yang dipimpin raksasa baterai asal China, CATL dengan saham mencapai 70%.

“Tadinya [beroperasi] pada kuartal III-2026, pada September, tetapi kami coba akselerasi pada Juni 2026,” kata Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (2/2/2026).

Pabrik ini nantinya akan memproduksi cel, modul, dan paket baterai sekaligus battery energy storage system (BESS), yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan di Indonesia.

Pada tahap awal, kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh akan meningkat menjadi 15 GWh di tahap kedua.

Di sisi lain, Aditya mengungkapkan pabrik baterai yang termasuk dalam Proyek Dragon—yakni kerja sama IBC, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam, dengan konsorsium CATL dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) — sudah mendapatkan calon pembeli atau offtaker baterainya.

"Saat ini memang untuk yang pabrik yang di Karawang itu sudah memiliki offtaker semua, alhamdulillah," ujar Aditya.

"Misalnya nanti akan dilakukan ekspansi, itu pun tentunya kami akan mengutamakan offtake agreement itu terlebih dahulu, karena memang di dalam prosedur kami juga memang mengharuskan adanya offtaker sebelum kita melakukan investasi," papar Aditya.

Target TKDN 60%

Pada bagian lain terkait rencana pemerintah menaikkan target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik menjadi 60% pada 2027, kembali Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menegaskan tentu akan mengikuti ketentuan yang diatur oleh pemerintah tersebut.

"Tentu kita [ikuti] kalau [memang] keputusan pemerintah seperti itu kita akan ikutin ya. Sehingga kita tentu berbicara dengan headquarter, dengan TNC TAM, apa yang kita bisa lokalisasi untuk mencapai itu," jelasnya. 

Adapun saat ini, kata Nandi, rata-rata TKDN kendaraan elektrifikasi Toyota masih berada di kisaran 40% sesuai ketentuan yang berlaku saat ini. Sehingga, perusahaan kini masih mengkaji langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kandungan lokal hingga mencapai target 60%.

Sebab, peningkatan TKDN akan mempertimbangkan skala ekonomi produksi. Namun apabila pemerintah menetapkan target tertentu, Toyota tetap akan berupaya memenuhi ketentuan tersebut melalui penambahan komponen lokal dan koordinasi dengan pemerintah.

Pemerintah menargetkan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di atas 60% pada periode 2027–2029.

Mengacu pada Perpres 79 Tahun 2023, batas minimal TKDN ditetapkan sebesar 35% pada 2019-2021, meningkat menjadi 40% pada 2022-2026, kemudian minimal 60% pada 2027–2029, dan selanjutnya minimal 80% mulai 2030.

(ain)

No more pages