Logo Bloomberg Technoz

"Demand structure orang beli mobil di Indonesia itu ada beberapa motif. Yang pertama adalah First time buyer [atau] pertama kali punya mobil. Lalu ada orang yang beli mobil Untuk mengganti mobil. Lalu ada orang yang beli mobil lebih dari satu. Nah kalau kita lihat LCGC itu mayoritas first time buyer, kalau yang di EV profil customernya sudah berbeda [di luar kategori pembeli pertama]. Berbeda dengan LCGC yang kebanyakan first time buyer," tegasnya. 

Sejalan dengan adanya temuan tersebut, Toyota berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berada di kisaran 5%-6% dengan distribusi pendapatan yang lebih merata ke depan. Sehingga jumlah kelas menengah dapat kembali meningkat sehingga mendorong bertambahnya pembeli mobil pertama.

Di samping hadirnya peluang pertumbuhan pasar otomotif nasional diklaim masih terbuka lebar mengingat rasio kepemilikan mobil (motorization ratio) di dalam negeri masih tergolong rendah dibandingkan banyak negara lain.

"Jadi kalau ditanya kenapa turun? Ya karena middle class nya [kelas menengahnya] turun," pungkasnya.

Adapun sebagai catatan, pada Juni 2026 berdasarkan data Gaikindo, Toyota Calya 1.2 E 2022 mencatat penjualan mobil terbanyak sebesar 2.429 unit disusul penjualan LCGC terbanyak selanjutnya pada periode yang sama yakni Brio Satya E sebanyak 1.009 unit.

(prc/ell)

No more pages