Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, kurva imbal hasil Treasury kian menanjak setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melonjak lebih dari 10 basis poin ke level tertinggi sejak 2007 selama sesi perdagangan AS. Di sisi lain, indeks dolar AS versi Bloomberg bergerak melemah tipis selama lima hari berturut-turut pada hari Kamis.

Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan untuk menahan suku bunga bukan berarti bank sentral bersikap pasif, melainkan memberi kebebasan bagi pasar untuk menentukan jalurnya sendiri berdasarkan sinyal-sinyal ekonomi. Tiga dari 12 pejabat yang memiliki hak suara di The Fed menyatakan ketidaksetujuan (dissent) dan mendukung kenaikan suku bunga, yang menonjolkan masih kuatnya kekhawatirkan terhadap lonjakan inflasi.

Minimnya panduan kebijakan terbaru, ditambah perpecahan di dalam komite, membuat para investor belum memperoleh kejelasan terkait arah suku bunga. Ketidakpastian ini diperkirakan akan menjaga volatilitas tetap tinggi di pasar obligasi seiring para pedagang mencermati data inflasi dan pertumbuhan ekonomi mendatang demi mencari petunjuk langkah The Fed selanjutnya.

"Pasar saat ini hampir tidak memiliki pegangan yang jelas," kata Kepala Ekonom Apollo Global Management, Torsten Slok, kepada Bloomberg Television. "Agak sulit juga memahami apa yang sebenarnya menjadi dasar keputusan hari ini," ujarnya, seraya menambahkan bahwa keputusan The Fed untuk meninggalkan panduan kebijakan telah memicu volatilitas historis di pasar obligasi.

Di sisi lain, Korea Selatan menjanjikan langkah tambahan untuk menstabilkan pasar saham dan membatasi akses investor ritel terhadap ETF berleverage setelah aksi jual besar-besaran yang menghapus nilai investasi miliaran dolar.

Langkah itu diambil setelah Indeks Kospi kembali anjlok pada Rabu, sehingga penurunan indeks acuan tersebut sepanjang bulan ini mencapai rekor 33%.

Harga minyak mentah Brent sedikit melemah pada awal perdagangan Kamis setelah Axios melaporkan bahwa militer AS tengah melancarkan serangan udara ke Iran. Harga minyak terus berfluktuasi sepanjang bulan ini, seiring perubahan dinamika hubungan AS dan Iran yang bergeser dari eskalasi konflik, upaya diplomasi, hingga kembali memanas dengan aksi saling serang.

Pelaku pasar masih mencermati berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang, serta perkembangan arus pelayaran di sejumlah jalur laut strategis yang masih terganggu. Premi opsi beli minyak Brent—indikator yang mencerminkan besarnya biaya yang dibayar investor untuk bertaruh pada kenaikan harga—naik ke level tertinggi sejak akhir April.

Kontrak acuan global tersebut juga menghadapi likuiditas yang lebih rendah menjelang jatuh tempo pada Jumat, sehingga memperbesar pergerakan harga.

"Kami tetap sangat skeptis bahwa dunia berada di ambang terobosan diplomatik besar yang mampu menyelesaikan kebuntuan nuklir yang memicu perang ini," tulis analis RBC Capital Markets LLC, termasuk Helima Croft, dalam sebuah catatan. "Ancaman rudal, ranjau, drone, serta pungutan yang diberlakukan Iran akan membuat sebagian besar pelaku industri pelayaran tetap enggan beroperasi," tambah mereka.

Pergerakan utama pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,4% pada pukul 09.06 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Hang Seng naik 0,7%.
  • Indeks Topix Jepang turun 1%.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3%.
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 turun 0,8%.

Mata uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1%.
  • Euro relatif stabil di US$1,1464.
  • Yen Jepang relatif stabil di level 163,29 per dolar AS.
  • Yuan offshore relatif stabil di level 6,7608 per dolar AS.
  • Dolar Australia relatif stabil di US$0,6959.

Kripto

  • Bitcoin naik 0,8% menjadi US$63.932,66.
  • Ether naik 1,4% menjadi US$1.907,94.

Obligasi

  • Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun relatif stabil di 4,67%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun turun tiga basis poin menjadi 2,745%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun naik empat basis poin menjadi 4,96%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3% menjadi US$84,22 per barel.
  • Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.081,58 per ons.

Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages