Tiga anggota Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) berpendapat sebaiknya suku bunga acuan dinaikkan 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4%. Mereka adalah Lorie Logan (Dallas), Beth Hammack (Cleveland), dan Neel Kashkari (Minneapolis).
Gubernur The Fed Kevin Warsh pun menegaskan bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi amunisi yang sewaktu-waktu bisa digunakan.
“Jika inflasi tetap bertahan tinggi selama waktu yang kami perkirakan, maka suku bunga akan menjadi bagian dari solusinya. Namun itu tidak berdiri sendiri,” kata Warsh, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini, Kamis (30/7/2026)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 82. Di atas 80, yang artinya sudah tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 4.066/troy ons.
Dari situ, harga emas akan menguji support US$ 4.060/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 10. Support lanjutan ada di rentang US$ 4.040-4.020/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 3.894/troy ons.
Namun andai harga emas masih bisa naik lagi, maka US$ 4.095/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mendongkrak harga ke kisaran US$ 4.114-4.135/troy ons.
Target paling optimistis adalah US$ 4.266/troy ons.
(aji)



























