Posisi Nvidia yang turun dan disalip Apple tidak lepas dari kecemasan pelaku pasar atas optimisme berlebihan di sektor AI global. Bersama mitranya asal Korea Selatan, SK Hynix, yang baru mengumumkan kesepakatan baru di bidang AI US$750 miliar, Nvidia mencatat penurunan nilai harga saham.
Peringatan adanya sirkular AI yang digaungkan sejak tahun lalu, termasuk oleh Michael Burry, kini menyelimuti benak para trader. Mudahnya, kini pasar merasa aktivitas invetasi seputar AI bisa menjadi bumerang. Dari potensi keuntungan menjadi kerugian investasi miliaran dolar AS.
Kejatuhan nilai perusahaan SK Hynix sekitar Rp10,3 kuadriliun juga menyebar di Bursa Korea Selatan. Pada Selasa kemarin Indeks acuan Kospi anjlok hampir 11%, dengan Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc. masing-masing merosot lebih dari 13%.
Terbaru, Topix merosot lagi 2,7%. Sejak 20 April indeks acuan Korsel ini telah turun 7,6%. SK Hynix surut terperosok mencapai 30%, sekaligus mencatatkan sebagai penurunan terbesar dalam sejarah. Indeks Nikkei di Jepang juga ikut terseret. Saham peralatan semikonduktor Tokyo Electron Ltd. jadi sasaran juga.
Kecemasan atas kesepakatan Nvidia masih menyelimuti, ditambah potensi chip asal China yang digadang-gadang telah mampu bersaing di jajaran chip papan atas. Performa Nikkei 225 jatuh ke level terendah sejak 22 Mei, dilaporkan Bloomberg News.
Hideyuki Ishiguro, chief strategist Nomura Asset Management, menyatakan bahwa investor memandang negatif atas peningkatan risiko kredit yang dirasakan Nvidia.
(red)
































