Sentimen tersebut ikut menekan saham-saham semikonduktor, dengan Nvidia sebagai perusahaan yang selama dua tahun terakhir menjadi simbol boom permintaan cip AI.
Kekhawatiran terhadap tingginya belanja infrastruktur AI membuat investor mulai mengurangi eksposur pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan valuasi sangat tinggi.
Di sisi lain, Apple justru mendapat dorongan karena dinilai memiliki fundamental bisnis yang lebih stabil.
Walau tak seagresif para pesaingnya dalam menggelontorkan investasi AI generatif, perusahaan tersebut tetap mencatat kenaikan harga saham yang mengangkat kapitalisasi pasarnya kembali ke posisi teratas dunia.
Pergeseran posisi Apple dan Nvidia sekaligus menunjukkan perubahan sentimen pasar terhadap sektor AI.
Setelah menjadi pendorong utama reli saham teknologi dalam beberapa tahun terakhir, investor kini mulai lebih selektif dalam menilai besarnya investasi yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan industri tersebut.
(fik/wep)
































