Logo Bloomberg Technoz

Dua orang tewas di lokasi kejadian dan korban ketiga meninggal dunia di rumah sakit, ungkap pihak kepolisian pada Minggu malam. Sedikitnya tiga orang lainnya menjalani perawatan akibat luka tembak, termasuk seorang balita.

“Masalah kekerasan senjata api ini diperparah oleh kelompok-kelompok kecil—kami mendapati ada kelompok-kelompok kecil yang tampaknya saling berselisih,” ujar Barnes. “Kepolisian saja tidak bisa menyelesaikan masalah kekerasan senjata api ini. Kita membutuhkan seluruh sistem, seluruh komunitas untuk bersatu mengatasinya.”

Sang wali kota menyinggung dua insiden penembakan lain di lokasi berbeda di Seattle pada pekan lalu, seraya menyebutnya sebagai "pekan yang berat" bagi kota tersebut. Ia berjanji akan melipatgandakan upaya untuk menanggulangi kekerasan senjata api.

“Hati saya bersama para korban tragedi semalam beserta keluarga mereka, serta semua orang yang berduka atas kehilangan ini,” kata Wilson. “Rasa teror dan trauma dari kekerasan senjata api menjangkau jauh melampaui mereka yang terkena peluru.”

Tersangka yang berada dalam penahanan memilih menggunakan haknya untuk tidak hadir di pengadilan pada hari Senin, menurut media lokal. Polisi menyatakan penangkapan tersebut dilakukan atas dasar penyelidikan kepemilikan senjata api ilegal dan penganiayaan tingkat pertama yang melibatkan tiga korban, menurut keterangan kantor jaksa penuntut wilayah.

Baik Wilson maupun Barnes merespons pertanyaan tajam dari awak media pada hari Senin, setelah pernyataan awal sang wali kota pada Minggu malam secara keliru menyebutkan ada dua tersangka yang ditahan, lalu dikoreksi begitu saja tanpa penjelasan. Para wartawan juga menyuarakan kekecewaan karena komunikasi pertama kepada media di lokasi kejadian pada Minggu malam baru diberikan lebih dari lima jam setelah penembakan, lantaran Asisten Kepala Polisi Tyrone Davis mengumumkan bahwa para petugas masih menunggu kedatangan para "pejabat tinggi."

Wali Kota Wilson, Gubernur Washington Bob Ferguson, dan Anggota DPR AS Pramila Jayapal mendampingi Davis saat ia akhirnya memberikan pengarahan kepada wartawan pada Minggu malam, sesaat sebelum pukul 23.00. Wilson berdalih mereka disarankan untuk tidak mendekati lokasi kejadian sampai dipanggil untuk konferensi pers.

Barnes pada hari Senin mengungkapkan bahwa ia sedang berada di Texas untuk menghadiri konferensi kepolisian pada akhir pekan saat penembakan terjadi. Ia juga sedang berada di luar kota pada bulan Januari lalu ketika dua remaja tewas di dekat SMA Rainier Beach, dalam apa yang kemudian digambarkan polisi sebagai aksi penembakan yang ditargetkan.

Terdapat informasi simpang siur mengenai apakah kamera pengawas (CCTV) beroperasi di dekat lokasi penembakan. Kamera pengawas ini menjadi isu politik yang kontroversial bagi Wilson, yang sempat menghadapi tekanan dari kelompok advokasi progresif untuk mematikan kamera keamanan, namun ia memilih untuk membiarkannya tetap menyala secara sementara di kawasan stadion selama pertandingan Piala Dunia FIFA bulan lalu.

“Keselamatan warga Seattle adalah tanggung jawab tertinggi saya dan saya menanggapinya dengan sangat serius dalam arah kebijakan yang telah kami putuskan terkait kamera CCTV,” tegas Wilson pada hari Senin. “Itu artinya menyeimbangkan berbagai jenis keselamatan—keselamatan bagi berbagai komunitas yang berbeda.”

(bbn)

No more pages