Bloomberg tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah kapal yang diserang.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya mencegat 349 drone Ukraina semalam di beberapa wilayah, termasuk wilayah Samara, Krimea yang dianeksasi, dan Laut Azov serta Laut Hitam.
Satu orang tewas dan tiga luka-luka di wilayah Samara, kata Gubernur Vyacheslav Fedorischev di Telegram.
Ukraina telah menargetkan infrastruktur energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, menyerang kilang minyak, depot bahan bakar, dan kapal tanker produk minyak dalam upaya untuk membatasi pasokan dan menekan Kremlin untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang, yang kini telah memasuki tahun kelima.
Serangan-serangan tersebut telah memicu krisis pasokan bahan bakar dan memaksa pihak berwenang untuk melarang ekspor sebagian besar bensin, solar, dan bahan bakar jet.
Semalam hingga Sabtu, Rusia mengatakan Ukraina menyerang empat kapal dengan drone di Teluk Taganrog di Laut Azov. Hal itu menyusul serangan pada hari Jumat di daerah tersebut yang mengganggu pengiriman melalui koridor ekspor gandum utama Rusia.
Sebelumnya, Ukraina mengatakan telah menyerang kilang Syzran, yang dimiliki oleh Rosneft PJSC dan berjarak sekitar 760 kilometer (470 mil) dari Moskow, pada bulan Mei.
Semalam, Rusia menargetkan fasilitas pelabuhan di Odesa dan Chornomorsk, di wilayah Odesa di pantai Laut Hitam Ukraina, serta kapal-kapal laut, kata Kementerian Pertahanan di Moskow.
Staf Umum Ukraina mengatakan telah menembak jatuh tujuh dari sembilan rudal Kh-59/69, dan 95 dari 115 drone. Rusia juga menembakkan empat rudal anti-radar Kh-31, yang menurut Staf Umum tidak mencapai targetnya.
(bbn)



























