Logo Bloomberg Technoz

Poliolefin seperti polietilen merupakan langkah terakhir dalam proses pembuatan barang-barang plastik yang mendominasi kehidupan modern. Transformasi ini dimulai dengan minyak mentah dan gas alam, yang "dipecah" menjadi olefin dan kemudian diubah menjadi rantai kimia yang lebih kompleks yang akhirnya menjadi pembungkus makanan, kantong sampah, dan mainan.

Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz juga telah memengaruhi China. Namun, menurut ICIS, negara tersebut mampu mengandalkan alternatif, mulai dari persediaan yang ada hingga industri konversi batu bara menjadi bahan kimia yang kembali bangkit dan tidak bergantung pada minyak atau gas asing. Impor etana AS, yang berasal dari gas alam, juga meningkat tajam.

ICIS menyebut bahwa pada April dan Mei, China untuk pertama kalinya beralih menjadi eksportir bersih olefin, sebuah pergeseran yang setara dengan sekitar 10% dari permintaan global. Industri kimia hilir juga mengalami fluktuasi serupa.

“Menurut saya, berita terbesar sejauh ini adalah polietilen,” kata analis BloombergNEF, Philip Geurts, setelah impor bersih anjlok menjadi hanya 35.000 ton pada Mei dari 988.000 ton pada Februari, bulan dimulainya perang. “Saya rasa kita belum pernah melihat perubahan arus perdagangan sebesar ini.” Polietilen adalah jenis plastik yang paling umum di dunia.

Perjanjian damai antara AS dan Iran belum tentu akan sepenuhnya membalikkan arus perdagangan tersebut. Selat Hormuz telah terbukti sebagai titik krusial yang tidak akan diandalkan oleh para pedagang di masa depan.

Sementara itu, China telah membangun kapasitas yang terlalu besar untuk pertumbuhan ekonomi yang melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Negara tersebut diperkirakan akan meningkatkan kapasitas etilena tahunan—olefin terpenting—dari sekitar 60 juta metrik ton tahun lalu menjadi sekitar 80 juta metrik ton pada akhir dekade ini, menurut ICIS.

Hal itu akan membuatnya menguasai hingga sepertiga pasar global, sehingga semakin mendesak bagi negara tersebut untuk mengamankan pangsa penjualan di negara-negara lain.

(bbn)

No more pages