Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan juga menunjukkan fundamental yang sangat sehat. Hingga 31 Maret 2026, Mayora memiliki kas dan setara kas sebesar Rp5,12 triliun, melampaui total pinjaman berbunga yang tercatat Rp5,01 triliun. Dengan demikian, perseroan membukukan posisi utang bersih negatif sekitar Rp104,94 miliar, mencerminkan likuiditas yang kuat dan kapasitas pendanaan yang sangat memadai.

Selain itu, total ekuitas meningkat menjadi Rp19,19 triliun dari Rp18,36 triliun pada akhir 2025, sementara rasio utang bersih terhadap ekuitas (net gearing) turun menjadi nol, menandakan penguatan struktur permodalan perusahaan. Total aset konsolidasian Mayora pada akhir kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp28,64 triliun.

Prospek positif perusahaan juga tercermin dari optimisme pelaku pasar. Berdasarkan konsensus Bloomberg, mayoritas analis memberikan rekomendasi buy terhadap saham MYOR dengan target harga rata-rata Rp2.612,35 dalam 12 bulan ke depan. Dibandingkan harga penutupan saham pada 11 Mei 2026 sebesar Rp1.755, target tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 48,85%.

Apresiasi Top Company in Consumer Goods Industry pada Indonesia Top Companies Recognition 2026 semakin mempertegas posisi PT Mayora Indah Tbk sebagai salah satu perusahaan barang konsumsi terkemuka di Indonesia yang mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, memperkuat fundamental keuangan, serta terus menciptakan nilai tambah bagi investor, konsumen, dan seluruh pemangku kepentingan.

(tim)

No more pages