Kemudian, impor bahan baku atau bahan penolong juga mencatatkan kenaikan yang cukup besar. Terutama bahan bakar mineral, garam, belerang, batu dan semen serta serealia.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan asal impor, peningkatan nilai impor ini terjadi terutama yang berasal dari China, Australia, kawasan ASEAN dan juga dari kawasan Uni Eropa.
Sementara itu pada Januari hingga Mei 2026, nilai impor ketiga komoditas utama Indonesia yakni mesin atau peralatan mekanik, mesin perlengkapan elektrik serta plastik dan barang dari plastik memberikan andil sekitar 37,31% terhadap total nilai impor non-migas Indonesia.
“Nilai impor komoditas utama mengalami peningkatan baik dari sisi nilainya maupun dari sisi volume-nya jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun yang lalu,” kata Ateng.
Rinciannya, untuk mesin atau peralatan mekanik mencatatkan nilai impor US$16,16 miliar dengan volume sebesar 1,98 juta ton. Sementara itu, nilai impor mesin perlengkapan elektrik sebesar US$13,95 miliar dengan volume-nya 1,14 juta ton.
Sementara, nilai impor plastik dan barang dari plastik tercatat sebesar US$4,92 miliar dengan volume sebesar 3 juta ton.
(ell)




























