Logo Bloomberg Technoz

"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” tutur Ateng.

Komponen pengeluaran transportasi yang juga mendorong inflasi secara tahunan, dengan laju inflasi 4,57% dan andil 0,55%. Komoditas penyumbang inflasi dari kelompok ini antara lain: Bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, juga pelumas/oli mesin.

Sebelumnya, laju inflasi Indonesia diperkirakan mengalami akselerasi pada Juni. Salah satu pendorongnya adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga Selasa (30/6/2026) pagi dengan melibatkan 23 analis/ekonom menghasilkan median proyeksi inflasi Juni sebesar 3,2% (yoy).

Artinya, inflasi ini akan menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Bahkan Bloomberg Intelligence memperkirakan inflasi Tanah Air pada Juni bisa mencapai 3,6% yoy. Inflasi didorong oleh tekanan harga seiring tekanan di pasar energi global.

Pada 10 Juni, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. 

“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” sebut Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina, dalam keterangan resmi.

Seiring tensi yang mereda di Timur Tengah, di mana Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai titik temu negosiasi damai, harga minyak dunia berangsur turun. Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis brent sudah jatuh hampir 24%.

“Harga minyak dunia memang mundur teratur belakangan ini. Namun lonjakan sebelumnya tetap dirasakan di rantai pasok dunia. Dampaknya terasa di harga BBM Indonesia,” sebut Tamara Mast Henderson, Ekonom Bloomberg Intelligence.

(lav)

No more pages