Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia yang dibuka hijau. TW Weighted Index (Taiwan), KOSDAQ (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), PSEi (Filipina), NIKKEI 225 (Tokyo), Topix (Jepang), KLCI (Malaysia), dan Straits Times (Singapura).

Sementara itu hanya KOSPI (Korea Selatan), dan CSI 300 (China) yang dibuka di zona merah.

Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Rabu (1/7/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, pasar hari ini akan mencermati rilis S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, inflasi, dan neraca perdagangan, yang akan menjadi indikator kondisi ekonomi domestik. 

Dari eksternal, perhatian juga tertuju pada data ketenagakerjaan AS, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735,” papar BRI Danareksa, yang juga memberi catatan, selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi.

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HMSP, ARTO, dan CPIN.

Yang juga jadi perhatian investor, menyitir Phintraco Sekuritas, investor akan mencermati sejumlah data tenaga kerja AS pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai  langkah kebijakan moneter The Fed di masa mendatang, saat Bank Sentral telah mengalihkan fokusnya sepenuhnya untuk mengurangi inflasi.

Terlebih lagi, harga minyak bergerak cenderung melemah. Para trader minyak memantau prospek pembicaraan AS-Iran di Doha. Selama bulan Juni, harga minyak Brent dan WTI masing–masing melemah 21% month–to–month dan 20% mtm.

“Secara teknikal, histogram positif MACD mengecil dan berpotensi terjadi death cross. Stochastic RSI berada di area pivot dan masih melanjutkan ke arah bawah. Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi akan menguji level 5.500,” analisis Phintraco pagi hari ini, Senin.

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah WIFI, CPIN, CMRY, PGEO, dan DATA.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing, melemahnya sebagian besar harga komoditas dan tertekannya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.485–5.330 dan resistance 5.800–5.960,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham CPIN, ICBP, UNVR, HMSP, CMRY, dan AALI.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG kembali melemah, disebabkan oleh minimnya katalis positif dalam negeri, kembali melemahnya nilai tukar rupiah, serta masih derasnya outflow dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah EMAS, IMPC, dan INDF.

(fad)

No more pages