Selain menyetujui penggunaan laba bersih, RUPST juga mengangkat Noorhayati Candrasuci sebagai Direktur Investasi menggantikan Hendra Purnama.
Dengan keputusan tersebut, susunan direksi Mitratel menjadi sebagai berikut:
- Direktur Utama: Theodorus Ardi Hartoko
- Direktur Bisnis: Agus Winarno
- Direktur Keuangan: Ian Sigit Kurniawan
- Direktur Operasi & Pembangunan: Hastining Bagyo Astuti
- Direktur Investasi: Noorhayati Candrasuci
- Direktur Pengelolaan Aset: Fandi Wijaya
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris terdiri atas Komisaris Utama Fadli Tri Hartono, Komisaris Independen Gunawan Susanto dan Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, serta Komisaris Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Mira Tayyiba, dan Faisal Amir Masduki.
Persiapan Ekspansi
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,9 triliun pada 2026. Dana tersebut akan difokuskan untuk memperkuat ekspansi infrastruktur digital.
Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, industri menara diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik pada 2026. Peluang tersebut didorong oleh rencana pemanfaatan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan perluasan jaringan oleh operator seluler.
"Di tahun 2026, tren pertumbuhan industri tower diperkirakan akan meningkat, dengan peluang baru terkait spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Kami melihat hal itu akan mendorong ekspansi coverage dan penguatan jaringan, termasuk adopsi teknologi 5G," ujar Theodorus dalam konferensi pers usai RUPS di Jakarta pada Selasa (30/6/2026).
Untuk menangkap peluang tersebut, perseroan mengalokasikan capex sebesar Rp2,9 triliun yang akan digunakan untuk membangun sekitar 2.500 tenant baru secara organik, memperluas jaringan fiber optik hingga sekitar 9.000 kilometer, serta mengembangkan bisnis di segmen fixed wireless access (FWA) dan solusi energi.
"Ini akan menjadi kesempatan untuk ekspansi coverage ataupun melakukan penguatan atas coverage-coverage yang sudah ada," ujar dia.
Selain memperkuat bisnis menara, pria yang akrab disapa Teddy itu menjelaskan bahwa perseroan juga terus memperluas ekosistem infrastruktur digital. Dalam hal ini, perseroan menilai kebutuhan operator telekomunikasi kini tidak lagi terbatas pada penyewaan menara, tetapi juga mencakup jaringan fiber optik, konektivitas pendukung, hingga solusi infrastruktur yang mampu menunjang pengembangan layanan digital dan jaringan generasi terbaru. Strategi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sumber pendapatan non-menara di masa mendatang.
Di sisi lain, perseroan melihat peningkatan konsumsi data dan pengembangan jaringan 5G akan terus mendorong permintaan terhadap infrastruktur telekomunikasi. Oleh karena itu, Mitratel berupaya memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital yang terintegrasi melalui kombinasi ekspansi organik dan pengembangan bisnis baru.
(dhf)




























