Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan rupiah di pasar luar negeri ikut terbebani oleh rilisnya data Purchasing Manufacturing Index yang kembali terkontraksi ke 46,9 pada Juni dari bulan sebelumnya yang sebesar 50. Penurunan tersebut menandakan aktivitas manufaktur kembali pada zona kontraksi setelah sempat mencapai titik terbatas pada Mei. 

Merosotnya indeks manufaktur ke level terendah sejak Juni 2025, memicu kekhawatiran investor terhadap kekuatan pemulihan sektor riil dan prospek pertumbuhan ekonomi domestik pada semester II-2026.  

Sementara itu, dari perspektif pasar keuangan, posisi indeks manufaktur yang merosot semakin memperkuat persepsi bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih rapuh. 

Sebaliknya, indeks manufaktur Malaysia tercatat membaik dan tetap berada di zona ekspansi di level 50,7, dari posisi 49,9 pada Mei. Capaian ini mendongkrak kinerja ringgit yang memimpin penguatan kala mata uang kawasan melemah pagi ini. 

Meski begitu, rupiah masih bisa mendapat sedikit tenaga dari arus masuk modal asing ke pasar surat berharga negara (SBN) yang terus bergairah setelah pemerintah berupaya menaikkan imbal hasil (yield). Hingga 26 Juni, investor asing tercatat membeli obligasi pemerintah RI senilai US$2,1 miliar. 

Hari ini, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh rilisnya data neraca dagang, serta capaian ekspor dan impor. Dalam survei Bloomberg, ekspor RI diperkirakan melemah, menghasilkan median estimasi pertumbuhan terbatas 3,5%. Sementara impor diproyeksikan tetap tinggi di 18%, meski melambat dari posisi sebelumnya 22,49%. 

Pelaku pasar akan mencermati dan mengukur ketahanan sektor eksternal dari data yang akan rilis pada pukul 11:00 WIB. Apabila surplus neraca dagang tetap terjaga, maka rupiah berpeluang mendapat tambahan dukungan, lantaran adanya aliran devisa hasil ekspor.

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 1 Juli 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, tukar rupiah berisiko lanjut melemah. Dengan target pelemahan menuju level Rp17.900/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp17.950/US$.

Apabila kembali jebol kedua support tersebut dengan volume yang besar, maka rupiah kemungkinan akan melemah lebih lanjut menuju level Rp18.000/US$ sebagai support terkuatnya.

Jika nilai tukar rupiah terjadi penguatan hari ini, maka resistance menarik yang dicermati ada di level Rp17.800/US$ dan selanjutnya Rp17.740/US$.

(riset/aji)

No more pages