Saat ini, fokus pelaku pasar tertuju ke Amerika Serikat (AS). Data menunjukkan bahwa ekonomi dan pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam masih solid.
Terbaru, US Bureau of Labor Statistics melaporkan jumlah posisi pekerjaan yang tersedia dan belum terisi (job openings) pada Mei naik 9,000 dari bulan sebelumnya menjadi 7,59 juta. Ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir.
Data ini menyiratkan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh untuk mengalami kenaikan suku bunga. Sepertinya itu yang akan ditempuh oleh bank sentral Federal Reserve.
Tahun ini, sepertinya Gubernur Kevin Warsh dan kolega akan menaikkan Federal Funds Rate setidaknya sekali tahun ini.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk bulan ini? Apakah bakal terjadi penurunan lima bulan beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), emas sebenarnya sudah masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 58. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling rendah, sangat jenuh jual (oversold).
Untuk Juli, harga emas sepertinya berpeluang naik. Koreksi yang sudah sangat dalam tentu membuka ruang terjadinya technical rebound.
Target penguatan terdekat ada di US$ 4.439/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Dari situ, ada potensi harga emas bergerak menuju US$ 4.560/troy ons.
Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.577-4.967/troy ons. Target paling optimistis adalah US$ 5.150/troy ons.
Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 3.938/troy ons bisa menjadi support terdekat. Support terjauh ada di US$ 3.928/troy ons.
(aji)




























